BUKITTINGGI,
ANALISAKINI.ID--Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, Polresta
Bukittinggi resmi memulai persiapan besar dalam Operasi Ketupat Singgalang
2026. Langkah ini diambil guna menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat
serta pemudik yang diprediksi akan membanjiri Kota Wisata ini dalam waktu
dekat. Sementara, jalur alternatif via Malalak dipastikan masih ditutup pada
lebaran tahun ini.
Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Ruly Indra
Wijayanto, mengatakan bahwa pihaknya telah mendirikan tujuh pos strategis yang
tersebar di titik-titik vital. Peresmian kesiapan ini ditandai dengan apel
gelar pasukan yang dilaksanakan di Mapolresta Bukittinggi pada Kamis (12/3/2026)
sore.
“Menyambut Lebaran tahun ini, kami menyiagakan tujuh
unit pos yang terdiri dari empat Pos Pelayanan di kawasan Tanjung Alam, Baso,
Padang Luar, dan Tugu Polwan. Selain itu, ada dua Pos Pengamanan (Pospam) di
objek wisata Kebun Binatang dan Panorama, serta satu Pos Terpadu yang berpusat
di ikon kota, Jam Gadang,” papar Kombes Pol Ruly.
Untuk mendukung kelancaran operasi ini, sebanyak 350
personel gabungan dikerahkan. Kekuatan ini terdiri dari 215 personel kepolisian
dan 135 personel tambahan dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta
Damkar yang akan bersiaga selama arus mudik dan balik.
Fasilitas bagi
Pemudik
Salah satu terobosan menarik tahun ini adalah
dibukanya layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat Bukittinggi yang hendak
mudik ke luar daerah. Polresta Bukittinggi menyediakan tempat parkir yang aman
agar warga tidak merasa cemas meninggalkan kendaraan mereka di rumah yang
kosong.
“Masyarakat silakan menitipkan kendaraannya di kantor
polisi. Syaratnya cukup mudah, kendaraan yang dititipkan harus memiliki
surat-surat yang lengkap (STNK/BPKB) untuk memastikan aspek legalitas dan
keamanan selama dititipkan,” tambah pihak kepolisian.
Jalur Malalak
Di sisi lain, Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP
M. Irsyad Fathurrachman, mengingatkan bahwa tantangan besar tahun ini adalah
volume kendaraan yang diprediksi mencapai 100 ribu unit. Untuk mengantisipasi
kemacetan total, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional di
pusat kota.
Petugas juga memberikan peringatan keras terkait akses
jalur alternatif Malalak. Hingga saat ini, jalur tersebut masih dinyatakan
tertutup untuk kendaraan umum karena proses pengerjaan jalan yang belum tuntas
serta risiko longsor yang masih tinggi di kawasan tersebut.
Dengan integrasi pengamanan, layanan penitipan
kendaraan, dan rekayasa jalur yang matang, Polresta Bukittinggi berharap
perayaan Lebaran 2026 di wilayah hukumnya dapat berjalan kondusif, minim laka
lantas, dan tetap ramah bagi para wisatawan. (gindo)
