arrow_upward

Jalur Malalak Masih Belum Bisa Dilewati Lebaran Tahun Ini

Jumat, 13 Maret 2026 : 16.43

 


BUKITTINGGI, ANALISAKINI.ID--Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, Polresta Bukittinggi resmi memulai persiapan besar dalam Operasi Ketupat Singgalang 2026. Langkah ini diambil guna menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta pemudik yang diprediksi akan membanjiri Kota Wisata ini dalam waktu dekat. Sementara, jalur alternatif via Malalak dipastikan masih ditutup pada lebaran tahun ini.

Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, mengatakan bahwa pihaknya telah mendirikan tujuh pos strategis yang tersebar di titik-titik vital. Peresmian kesiapan ini ditandai dengan apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Mapolresta Bukittinggi pada Kamis (12/3/2026) sore.

“Menyambut Lebaran tahun ini, kami menyiagakan tujuh unit pos yang terdiri dari empat Pos Pelayanan di kawasan Tanjung Alam, Baso, Padang Luar, dan Tugu Polwan. Selain itu, ada dua Pos Pengamanan (Pospam) di objek wisata Kebun Binatang dan Panorama, serta satu Pos Terpadu yang berpusat di ikon kota, Jam Gadang,” papar Kombes Pol Ruly.

Untuk mendukung kelancaran operasi ini, sebanyak 350 personel gabungan dikerahkan. Kekuatan ini terdiri dari 215 personel kepolisian dan 135 personel tambahan dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Damkar yang akan bersiaga selama arus mudik dan balik.

 

Fasilitas bagi Pemudik

Salah satu terobosan menarik tahun ini adalah dibukanya layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat Bukittinggi yang hendak mudik ke luar daerah. Polresta Bukittinggi menyediakan tempat parkir yang aman agar warga tidak merasa cemas meninggalkan kendaraan mereka di rumah yang kosong.

“Masyarakat silakan menitipkan kendaraannya di kantor polisi. Syaratnya cukup mudah, kendaraan yang dititipkan harus memiliki surat-surat yang lengkap (STNK/BPKB) untuk memastikan aspek legalitas dan keamanan selama dititipkan,” tambah pihak kepolisian.

 

Jalur Malalak

Di sisi lain, Kasat Lantas Polresta Bukittinggi, AKP M. Irsyad Fathurrachman, mengingatkan bahwa tantangan besar tahun ini adalah volume kendaraan yang diprediksi mencapai 100 ribu unit. Untuk mengantisipasi kemacetan total, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional di pusat kota.

Petugas juga memberikan peringatan keras terkait akses jalur alternatif Malalak. Hingga saat ini, jalur tersebut masih dinyatakan tertutup untuk kendaraan umum karena proses pengerjaan jalan yang belum tuntas serta risiko longsor yang masih tinggi di kawasan tersebut.

Dengan integrasi pengamanan, layanan penitipan kendaraan, dan rekayasa jalur yang matang, Polresta Bukittinggi berharap perayaan Lebaran 2026 di wilayah hukumnya dapat berjalan kondusif, minim laka lantas, dan tetap ramah bagi para wisatawan. (gindo)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved