arrow_upward

Dari Paripurna LKPJ Kepala Daerah 2025, DPRD Sumbar Soroti Kinerja Pemprov Usai Rentetan Bencana

Senin, 16 Maret 2026 : 15.06

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi serahkan LKPJ Tahun 2025 dalam paripurna DPRD, Senin (16/3/2026). (humasdprdsumbar)

 

PADANG, ANALISAKINI.ID--DPRD Provinsi Sumatera Barat pertanyakan kinerja Pemerintah Provinsi sepanjang 2025 dalam rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah, dalam rapat paripurna, Senin (16/3/2026). Sorotan tajam diarahkan pada tekanan fiskal, perlambatan ekonomi, serta dampak bencana yang dinilai belum ditangani secara optimal.

Seperti diketahui, tahun pertama kepemimpinan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy langsung dihadapkan pada ujian berat. 

Rentetan bencana banjir bandang dan longsor di 16 kabupaten/kota bukan hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul aktivitas ekonomi masyarakat.

Dampaknya terlihat pada laju pertumbuhan ekonomi yang melambat ke angka 3,37 persen pada 2025, turun dari 4,36 persen pada tahun sebelumnya. DPRD menilai perlambatan ini mencerminkan belum kuatnya strategi pemulihan ekonomi daerah, terutama pascabencana.

Di saat bersamaan, ruang fiskal daerah semakin menyempit. Efisiensi anggaran dan penurunan transfer pusat mempertegas tekanan terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam mengeksekusi program pembangunan.

“Meski angka kemiskinan turun menjadi 5,31 persen dan menjadi salah satu capaian positif, DPRD menegaskan bahwa indikator tersebut belum cukup menggambarkan kondisi riil di lapangan,” kata Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat memimpin paripurna yang didampingi para wakilnya. Hadir Gubernur Mahyeldi bersama sejumlah pimpinan OPD.

Menurutnya, memang masih terdapat berbagai kelemahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sejumlah program belum berjalan optimal dan tantangan yang dihadapi ke depan semakin kompleks.

Terkait pembahasan LKPJ ini, DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membedahnya. 

Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan tidak sekadar administratif, melainkan mampu menjawab persoalan mendasar: pemulihan ekonomi, penguatan fiskal, dan penanganan dampak bencana secara berkelanjutan. (n-r)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved