Anggota DPRD Sumbar, Ali Muda, sosialisasikan
Perda tentang Penyelenggaraan Perlindungan Konsumendi Gedung Kogusda, Kampung
Tongah, Rao, Pasaman.
PASAMAN, ANALISAKINI.ID--Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Demokrat, Ali Muda, menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Barat Nomor 21 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung
Kogusda, Kampung Tongah Rao, dengan dihadiri masyarakat dari tiga kecamatan
serta sejumlah tokoh daerah.
Acara yang dikemas dalam suasana
silaturahmi dan buka puasa bersama ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten
Pasaman dari Partai Demokrat, Harisudin, serta Wali Nagari Taruang-Taruang, M.
Naim. Selain itu, masyarakat dari Kecamatan Rao Selatan, Rao Utara, dan Rao
turut memadati kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ali Muda
menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban sebagai
konsumen. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi Perda ini bertujuan agar masyarakat
lebih cermat dalam membeli dan menggunakan barang maupun jasa.
“Masih banyak masyarakat yang belum
memahami bagaimana membedakan barang asli dan palsu serta hak-hak mereka
sebagai konsumen. Melalui kegiatan ini, kita berharap masyarakat semakin sadar
dan terlindungi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan
narasumber dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Sumatera Barat
yang memberikan pemaparan mengenai perlindungan konsumen, mulai dari cara
mengenali produk yang aman hingga prosedur pengaduan jika terjadi pelanggaran
terhadap hak konsumen.
Selain sesi penyampaian materi, acara
juga diisi dengan dialog interaktif dan tanya jawab antara masyarakat dengan
narasumber. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai
pertanyaan terkait produk yang beredar di pasaran serta mekanisme perlindungan
hukum bagi konsumen.
Menurut panitia, kegiatan ini tidak
hanya bertujuan memperkuat silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat,
tetapi juga memberikan edukasi yang bermanfaat bagi warga dalam kehidupan
sehari-hari.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa
bersama yang berlangsung penuh keakraban. Menjelang datangnya Idul Fitri, para
peserta juga saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebagai bentuk mempererat
persaudaraan. (n-r)
