Padang, Analisakini.id- Sebanyak 2.500-an orang jamaah umroh dari wilayah Sumatera Barat (Sumbar) tertahan di Arab Saudi.
Hal itu terjadi imbas serangan militer ganungan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Wilayah Sumbar mengkonfirmasi ribuan jemaah maaih belum bisa pulang ke Tanah Air.
“Kita perkirakan untuk jamaah umrah Sumatera Barat mencapai 2.500 orang, karena dalam seminggu itu yang diberangkatkan rata-rata 1.000 orang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Sumbar M. Rifki di Kota Padang, Senin, 2 Maret 2026.
Rifki mengatakan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang turut berimbas langsung kepulangan maupun keberangkatan jamaah umrah dari Ranah Minang.
Rifki menyebut jumlah jamaah umrah asal Sumbar tersebut bisa saja lebih dari 2.500 orang karena terdapat jamaah umrah musiman yang sebelumnya juga bertolak ke Arab Saudi.
“Jadi diperkirakan sekitar 2.500 sampai 3.000 orang jamaah umrah asal Sumbar yang mungkin berada di Arab Saudi,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan Kemenhaj RI saat ini terdapat sekitar 58 ribu orang jamaah umrah Indonesia yang masih tertahan di Kota Makkah maupun Madinah.
Puluhan ribu orang jamaah itu masih menunggu kepastian kepulangan ke Tanah Air. Kemenhaj Sumbar telah mengambil kebijakan dan meminta pihak perjalanan umrah untuk menunda keberangkatan calon jamaah umrah. (*)