Anggota DPRD Sumbar, Ali Muda, kembali
menemui warga dalam kegiatan reses di Jorong Tirtorahayu Koto Gadang, Nagari
Koja, Kecamatan Kinali, Pasbar, Kamis (5/2/2026).
PASBAR, ANALISAKINI.ID--Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Ali Muda, SH, kembali
menemui warga dalam kegiatan reses perseorangan di Jorong Tirtorahayu Koto
Gadang, Nagari Koja, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis
(5/2/2026).
Ya, kegiatan ini kontan menjadi wadah
bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang
mereka hadapi secara langsung.
Reses tersebut dihadiri oleh Pj. Wali
Nagari Koja, Sapudin, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat yang
antusias mengikuti dialog bersama wakil rakyat mereka.
Dalam pertemuan itu, masyarakat
menyampaikan keluhan utama terkait sering terjadinya banjir di kawasan
perkebunan sawit saat curah hujan tinggi.
Banjir tersebut disebabkan oleh
pendangkalan dan penyempitan bandar serta sungai yang berada di area perkebunan.
Warga mengharapkan adanya normalisasi
sungai di kawasan perkebunan dengan panjang alur sungai diperkirakan mencapai 7
hingga 10 kilometer.
Selain merendam lahan perkebunan,
kondisi tersebut juga berdampak pada daerah tanah gambut, yang setiap hujan
deras kerap dilanda banjir akibat dangkalnya sungai.
“Makanya, normalisasi sungai ini sangat
penting karena selain untuk perkebunan, jalur tersebut juga merupakan akses
jalan utama masyarakat Koja,” ungkap salah seorang warga yang hadir.
Selain persoalan infrastruktur dan
banjir, masyarakat Koja yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pekebun juga
mengharapkan adanya penyuluhan pertanian.
Mereka berharap mendapat pendampingan
dan edukasi mengenai teknik bertani yang baik agar hasil panen meningkat dan
mampu menunjang perekonomian keluarga.
Tak kalah penting, warga juga menyoroti
kondisi perkebunan sawit yang rata-rata telah berusia sekitar 27 tahun,
sehingga produktivitasnya terus menurun.
Masyarakat berharap pemerintah dapat
memberikan bantuan program replanting sawit. Termasuk kejelasan mekanisme
pendaftaran dan dukungan pembiayaan, mengingat biaya replanting tergolong berat
bagi petani.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut,
Ali Muda, menyatakan akan menampung seluruh masukan masyarakat untuk
selanjutnya diperjuangkan melalui DPRD Provinsi Sumatera Barat dan
dikoordinasikan dengan instansi terkait.
“Ya, semua aspirasi ini akan kami catat
dan perjuangkan, terutama yang menyangkut kepentingan dasar masyarakat seperti
infrastruktur, pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani,” tegas Ali
Muda.

