arrow_upward

Sambut Ramadan di Tengah Reruntuhan Masjid

Jumat, 20 Februari 2026 : 10.40

Gaza City, Analisakini.id - Bulan suci Ramadan di Jalur Gaza dimulai pada Rabu (18/2) waktu setempat, dengan warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal dan tempat ibadah akibat rentetan serangan Israel, mendatangi reruntuhan masjid yang hancur atau tempat-tempat salat darurat yang terbuat dari terpal dan kayu. Di Kota Gaza, yang merupakan kota paling padat di Jalur Gaza sebelum perang, seperti dilansir Reuters, Kamis (19/2), kubah Masjid al-Hassaina kini hancur dan bertumpu di atas timbunan puing. Halaman masjid yang dulunya digunakan para jemaah berkumpul, kini menjadi tempat keluarga-keluarga tidur dan memasak di antara reruntuhan. Jemuran pakaian juga memenuhi bekas halaman masjid tersebut. "Saya tidak tahan melihatnya," ucap Sami al-Hissi, seorang sukarelawan berusia 61 tahun di masjid tersebut, sembari berdiri di atas puing-puing yang dulunya menjadi tempat jemaah berdiri berdampingan untuk salat. "Dulu kami salat dengan nyaman. Dulu kami bertemu teman-teman, orang-orang tercinta. Sekarang, tidak ada orang tercinta, tidak ada teman, dan tidak ada masjid," kata Al-Hissi. Anak-anak memanjat kubah yang retak dan para wanita mengumpulkan cucian yang tergantung di antara tiang-tiang yang patah. Al-Hissi menuturkan bahwa masjid tersebut dulunya menarik jemaah dari lingkungan lainnya, termasuk Shejaiya dan Daraj, selama Ramadan. "Biasanya masjid dipenuhi ribuan orang. Tetapi sekarang, di mana mereka harus menunaikan salat? Semuanya tinggal puing dan reruntuhan. Hampir tidak ada cukup ruang untuk 100 orang," ucapnya. Israel melancarkan serangan udara dan darat di Jalur Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Lebih dari 72.000 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza, telah tewas akibat rentetan serangan militer Tel Aviv sejauh ini. Kantor media pemerintah Gaza melaporkan pasukan Israel telah menghancurkan setidaknya 835 masjid dan merusak sebagian 180 masjid lainnya di daerah kantong Palestina itu. Tak hanya masjid, gempuran-gempuran Israel juga menargetkan gereja-gereja di Jalur Gaza dan menghancurkan 40 dari 60 pemakaman. Militer Israel dalam pernyataannya berdalih menargetkan infrastruktur militan dan menuduh kelompok bersenjata Palestina beroperasi di area-area sipil, termasuk di masjid-masjid. Tuduhan itu dibantah mentah-mentah oleh kelompok Hamas, yang menguasai Jalur Gaza. Bagi banyak warga Palestina, kehilangan yang mereka alami bersifat spiritual dan komunal. "Kami berharap bisa menyambut Ramadan dalam suasana yang berbeda," ucap Khitam Jabr, salah satu pengungsi yang kini tinggal di area masjid. "Kami tidak memiliki cukup masjid. Semua masjid hancur dan tidak ada tempat untuk beribadah. Sekarang kami beribadah di tenda-tenda, dan masjid-masjid menjadi pusat bagi para pengungsi," sebutnya. Meskipun dilanda kehancuran dan kekurangan material, menurut direktur kementerian urusan keagamaan di Kota Gaza, Amir Abu al-Amrain, warga Palestina berupaya membangun kembali sebagian kecil masjid dan mendirikan tempat ibadah sementara menggunakan terpal plastik bekas dan kayu-kayu. "Sebanyak 430 tempat ibadah telah dibangun kembali, beberapa menggunakan terpal plastik dari rumah kaca, beberapa terbuat dari kayu, dan beberapa dibangun dengan terpal plastik dari tenda," ucapnya. (*/rl)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved