Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo
Budiman, serahkan bantuan saat Safari Ramadhan 1447 H ke Mushalla Al-Jannah di
Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Padang, Sabtu (21/2/2026) malam.
PADANG, ANALISAKINI.ID--Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman,
melakukan Safari Ramadhan 1447 Hijriah ke Mushalla Al-Jannah di Kelurahan Limau
Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Padang, Sabtu (21/2/2026) malam. Kedatangannya
disambut hangat oleh jemaah mushalla tersebut.
Ketua Pengurus Mushalla Al-Jannah,
Sintek Riyanto, menjelaskan bahwa kedatangan Tim Safari Ramadhan DPRD Sumbar
rezeki bagi jemaah tersebut. “Mushalla ini didirikan dari swadaya masyarakat.
Ini adalah bantuan pertama yang kami terima,” ujarnya.
Sedangkan Evi Yandri Rajo Budiman
menjelaskan, sebelumnya timnya memang sudah datang ke Mushalla Al-Jannah untuk
menghimpun aspirasi masyarakat. “Mushalla Al-Jannah adalah lokasi pertama yang
saya kunjungi langsung dalam kegiatan Safari Ramadhan sekarang,” ujarnya.
Evi Yandri pun mengatakan bahwa dalam
kegiatan Safari Ramadhan tahun ini, terdapat 21 masjid/mushalla lagi yang akan
dikunjunginya. Lokasinya tidak saja di Padang tetapi juga ada di luar Kota
Padang. “Safari Ramadhan ini bukanlah kegiatan seremonial, tetapi momentum
silaturahmi dengan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, dalam Safari
Ramadhan timnya juga akan menghimpun aspirasi masyarakat. Lalu, menyampaikan
informasi kepada masyarakat terkait program kerja pemerintah, khusus di
Sumatera Barat.
“Dalam kegiatan Safari Ramadhan tahun
ini, kita menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mushallah yang dari dana
pokok-pokok pikiran yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat,” tukas
legislator dari Partai Gerindra ini.
Berantas Narkoba
Pada kesempatan tersebut, Evi Yandri pun
menegaskan pentingnya komitmen bersama berbagai pihak dalam memberantas narkoba
melalui pendekatan rehabilitasi dan penguatan peran masyarakat.
Tim Safari Ramadhan yang dipimpin Evi
Yandri juga menghadirkan dua mantan penyintas narkoba. Keduanya membagikan
pengalaman pahit saat kecanduan dan mengaku bersyukur karena telah
direhabilitasi sehingga dapat kembali menjalani kehidupan normal di tengah masyarakat.
Evi Yandri menegaskan, masyarakat tidak
boleh menyerah ketika menghadapi persoalan anak atau anggota keluarga yang
terjerat narkoba. Ia menilai masih banyak solusi yang bisa ditempuh selain
jalur pidana.
“Jika ada anak atau keluarga yang menjadi
pecandu atau pemakai narkoba, jangan patah arang. Jangan langsung berpikir
penjara adalah satu-satunya jalan, karena mereka masih bisa direhabilitasi,”
ujar Evi Yandri. (n-r)
