PASBAR, ANALISAKINI.ID-- Empat tahun berlalu, ternyata dana bantuan untuk
korban gempa tahun 2022 di Pasaman Barat dari pihak ketiga senilai Rp1,5 miliar
lebih, hingga 2026 ini dilaporkan masih ada yang belum tersalurkan, mengendap
di rekening penampung donasi. Padahal, dana itu semestinya harus digunakan
untuk keperluan bantuan rehab ringan rumah korban gempa dan untuk kebutuhan
lainnya.
Dana tersebut merupakan bantuan yang
dihimpun pascagempa untuk mendukung proses rehabilitasi, khususnya rehab ringan
bagi rumah masyarakat terdampak bencana.
Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah (BPKAD) Pasbar, Maiboni, Rabu (4/2/2026), membenarkan
keberadaan dana tersebut yang hingga kini belum digunakan.
Ia menegaskan bahwa dana bantuan gempa
itu masih utuh dan tersimpan di rekening atas nama Sekda, bukan rekening
pribadi pejabat tertentu.
“Sebanyak Rp1,5 miliar lebih dana
bantuan gempa dari pihak ketiga itu masih utuh di dalam rekening atas nama
Sekda, bukan rekening pribadi,” kata Maiboni.
Menurutnya, dana tersebut juga telah
melalui proses pemeriksaan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP).
Sementara itu, Sekda Pasaman Barat,
Doddy San Ismael, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada serah terima
resmi terkait pengelolaan rekening penampung dana bantuan tersebut kepada
dirinya.
Ia mengakui bahwa sesuai ketentuan, dana
yang masuk ke rekening penampung seharusnya segera ditransfer ke kas daerah.
Namun demikian, hingga kini proses pemindahan dana tersebut ke kas daerah belum
dilakukan.
Di sisi lain, Kepala BPKAD Pasbar, Zulfi
Agus, menjelaskan bahwa rekening penampung donasi itu dibentuk berdasarkan
Surat Keputusan (SK) Bupati saat itu untuk keperluan bantuan gempa rehab
ringan. Menurutnya, apabila dana tersebut ditransfer ke kas daerah,
dikhawatirkan akan digunakan untuk kebutuhan lain di luar peruntukan awal.
Zulfi Agus juga menambahkan bahwa
kebutuhan anggaran untuk program rehabilitasi ringan akibat gempa di Pasaman
Barat mencapai sekitar Rp10 miliar.
Seperti diketahui, gempa pada 25
Februari 2022 lalu dengan magnitudo 6,1 yang mengguncang Pasbar, Pasaman dan
sekitarnya, menewaskan puluhan jiwa dan merusak ribuan rumah warga; rusak
berat, sedang dan ringan. (arafat)
