Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo
Budiman dan Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) kembali menjemput ODGJ yang masih
anak-anak di Pasar Lalang, Kuranji, untuk dirawat dan diobati, Rabu (4/2/2026).
PADANG, ANALISAKINI.ID--Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman dan Yayasan Pelita Jiwa Insani (YPJI) kembali menjemput orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) untuk dirawat dan diobati, Rabu (4/2/2026). Kali ini, ODGJ yang dijemput masih anak-anak, berusia 12 tahun bernama Faliq. Ia masih duduk di sekolah dasar (SD) kelas lima.
Mengingat umur Faliq yang masih sangat
muda, Evi Yandri mengatakan, pendidikan Faliq juga mesti dicarikan solusi.
Untuk itu, YPJI akan mengkoordinasikan pada pihak sekolah bagaimana agar Faliq
tetap bisa mendapatkan pendidikan.
"Ya, kita berharap Faliq nantinya
bisa untuk tetap lanjut sekolah. Umurnya masih muda, masa depannya masih
panjang. Nanti selama dirawat dan diobati YPJI juga akan dicarikan solusi dan
dikoordinasikan bagaimana kelanjutan sekolah Faliq," kata Evi.
Saat Evi Yandri dan YPJI menjemput Faliq
di rumah orangtuanya di Pasar Lalang, Kuranji, Faliq dalam keadaan
dirantai.
Orangtua Faliq pun bercerita. Faliq
terpaksa dirantai karena perilakunya sudah sangat mengganggu warga
sekitar. Ia kerap mencuri barang-barang dan menjualnya. Semakin lama kondisi
itu terlihat semakin menggangu.
Keadaan Faliq yang sudah dirantai itu
kemudian diketahui lurah yang kemudian melaporkan pada tim Evi Yandri dan YPJI.
Untuk itulah kemudian Faliq dijemput.
Evi Yandri mengatakan, keadaan gangguan
jiwa atau psikologi Faliq muncul pasca sering menghirup lem.
"Efek sering menghirup atau
menghisap lem ini sama dengan mengonsumsi narkoba. Dampaknya adalah bisa
merusak psikologi, mental dan mengakibatkan gangguan jiwa," ujar
Evi.
Ia prihatin dengan kondisi yang dialami
Faliq, apalagi mengingat usianya yang masih sangat muda dan tergolong
anak-anak. "Faliq tidak semestinya dirantai, ia harus dirangkul, dirawat
dan diobati. Untuk itulah kami datang menjemput Faliq. Semoga nanti setelah
diobati dan dirawat di YPJI, Faliq bisa sembuh," kata Evi lagi.
Ia mengatakan, belajar dari kondisi
Faliq, para orangtua dan para guru mesti meningkatkan kewaspadaan. Semua pihak
mesti memahami bahwa efek merusak seperti dampak dari penyalahgunaan narkoba
bisa didapat dari benda keseharian.
"Menghisap lem, mengonsumsi obat
batuk dan obat pereda nyeri dalam jumlah banyak, itu efeknya sama dengan mengonsumsi
narkoba. Ini sangat merusak mental dan kejiwaan. Mari kita awasi bersama
anak-anak dan orang-orangnya sekitar kita," katanya lagi.
Sementara Ketua YPJI, Syafrizal,
mengatakan, kasus gangguan kejiwaan dengan kebiasaan mencuri sebelumnya sempat
pula ditangani YPJI. Salah satunya pasien bernama Rival. Ia juga mencuri
barang-barang keluarga dan orang sekitar, namun berbeda dengan Faliq, Rival
tidak menjual hasil curiannya.
Rival mengonsumsi narkoba. Sekarang
Rival telah menunjukkan kondisi yang semakin membaik, telah lepas dari narkoba,
memperlihatkan perilaku baik, tidak lagi mencuri, bahkan rajin beribadah.
Diharapkan nantinya Faliq juga bisa sembuh di YPJI.
Di YPJI yang berlokasi di Gunung Sarik
Padang, berupaya optimal dalam pengobatan pasien, baik itu pecandu narkoba dan
ODGJ. Yayasan ini juga memiliki staf yang menguasai bidang masing-masing. "Kami
sangat yakin perawatan dan pengobatan pasien bukan hanya tentang medis tapi
juga pendekatan psikologis dan spiritual," katanya.
Syafrizal mengatakan, pasien yang
diobati di YPJI diperlakukan dengan pendekatan holistik. Setelah
mendapatkan terapi medis di rumah sakit, mereka melanjutkan rehabilitasi yang
mencakup aspek spiritual, fisik, dan keterampilan. Para pasien diajarkan
beribadah, mendapatkan makanan bergizi sesuai panduan ahli gizi, serta
menjalani aktivitas harian seperti membersihkan lingkungan.
Tak berhenti di situ, yayasan ini juga
menyediakan pelatihan keterampilan seperti membuat kue, otomotif, dan barber
shop untuk pasien yang sudah menunjukkan peningkatan kemandirian. (t-n-r)
