arrow_upward

Masjid di Jalur Mudik Bisa Dipakai Jadi Rest Area

Rabu, 25 Februari 2026 : 07.50

 


JAKARTA, ANALISAKINI.ID--Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berencana memanfaatkan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat beristirahat (rest area) bagi pemudik, khususnya pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor. Untuk merealisasikan hal itu, Dudy melakukan audiensi dengan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kementerian Agama, Jakarta Pusat

Dudy berharap masjid-masjid tersebut dapat menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, serta ruang istirahat bagi masyarakat.

"Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman," ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Selain pemanfaatan rumah ibadah, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas lain sebagai titik istirahat bagi pemudik, seperti terminal dan jembatan timbang yang berada di jalur mudik.

Dudy menilai sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama menjadi penting mengingat momentum Idul Fitri tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar, tetapi juga memiliki dimensi spiritual dan sosial yang kuat.

"Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat kita," tambah Dudy sebagaimana dikutip detikcom.

Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026, diperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idul Fitri. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan hasil survei tahun lalu yang mencapai 146 juta orang. Namun, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat.

Mayoritas masyarakat yang melakukan perjalanan pada masa Lebaran diperkirakan bertujuan untuk mudik dan silaturahmi di kampung halaman, yang mencapai sekitar 66% dari total responden survei.

"Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat bahkan mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya," terang Dudy. (*)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved