arrow_upward

Kisah Ulbah bin Zaid, Sang Fakir yang Sedekahnya Getarkan Langit

Selasa, 24 Februari 2026 : 13.03
Jakarta, Analisakini.id - Malam itu, air mata Ulbah bin Zaid mengucur deras. Ia mencurahkan semua kelemahannya dan kefakirannya karena tidak bisa menyumbangkan harta demi mendukung pasukan muslim menghadapi Romawi dalam Perang Tabuk.
Diceritakan dalam buku The Amazing Stories oleh AR Shohibul Ulum, para sahabat ramai-ramai menyumbangkan harta yang mereka miliki untuk persiapan tersebut. Abu Bakar menyumbang 40.000 dirham, Umar bin Khattab menyumbang seperdua kekayaannya, dan Utsman juga berkontribusi.

Golongan fakir juga turut menyumbangkan sebagian harta yang mereka miliki meski jumlahnya tidak seberapa. Terkadang mereka malu karena menjadi bahan ejekan orang-orang munafik.

Beberapa di antara mereka menyumbangkan kurma, ada yang satu sha, ada yang setengah sha. Sementara itu, Ulbah, salah seorang fakir miskin, hanya bisa tertunduk karena tidak punya apa pun untuk disumbangkan selain bermunajat kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT
Dalam panjangnya malam itu, Ulbah mengadu kepada Allah SWT hingga air matanya mengucur deras.

"Ya Allah, aku tidak memiliki apa-apa yang dapat kusumbangkan. Namun ya Allah, telah kumaafkan semua orang yang pernah menyakitiku," ujar Ulbah, seperti dikutip dari buku Kearifan Islam: Kisah-Kisah Nabi dan Para Sahabat yang Penuh Ilham dan Mencerahkan karya Maulana Wahiduddin Khan.

Dalam riwayat lain dikatakan, "Aku bersedekah atas setiap muslim dengan segala kezaliman yang menimpaku baik pada harta atau jasadku atau kehormatanku."

Pagi harinya, Ulbah mengikuti salat Subuh berjamaah dengan Rasulullah SAW dan para sahabat lain. Setelah salat, Rasulullah SAW bertanya, "Siapakah yang bersedekah tadi malam?"

Tidak seorang pun berdiri. Begitu pun Ulbah karena dia tidak merasa telah bersedekah. Dalam riwayat lain disebutkan Rasulullah SAW mengulangi pertanyaannya hingga tiga kali dan meminta siapa pun yang bersedekah untuk berdiri. Kemudian Ulbah berdiri dengan menceritakan doa yang ia panjatkan malam itu.

Rasulullah SAW lantas mendekati Ulbah dan bersabda, "Bergembiralah, demi (Allah) yang jiwaku berada di Tangan-Nya, engkau telah tercatat bersedekah dengan sedekah yang diterima."

Betapa bahagianya Ulbah mengetahui doa malamnya itu dicatat sebagai sedekah.

Allah SWT juga telah menurunkan ayat untuk menghibur kesedihan para fakir miskin yang tidak bisa ikut berperang atau menyumbangkan hartanya. Dia berfirman dalam surah At Taubah ayat 92,

وَّلَا عَلَى الَّذِيْنَ اِذَا مَآ اَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَآ اَجِدُ مَآ اَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ ۖتَوَلَّوْا وَّاَعْيُنُهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا اَلَّا يَجِدُوْا مَا يُنْفِقُوْنَۗ

Artinya: "Tidak (ada dosa) pula bagi orang-orang yang ketika datang kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau menyediakan kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, "Aku tidak mendapatkan kendaraan untuk membawamu." Mereka pergi dengan bercucuran air mata karena sedih sebab tidak mendapatkan apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang)."

Menurut Tafsir Al-Qur'an Kemenag merujuk riwayat Ibnu Jarir at-Tabari dari Ibnu Abbas, ayat tersebut berkenaan dengan kisah sahabat bernama 'Abdullāh bin Saffal al-Muzanī yang meminta Rasulullah SAW menyediakan kendaraan untuk golongan miskin agar bisa ikut berperang.(sumber : detik.com)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved