arrow_upward

Kisah Menarik Galatama ;Semen Padang Juara Kalahkan Arema di Surabaya

Kamis, 19 Februari 2026 : 13.05

Padang, Analisakini.id-Pada 19 Juni 1992, tepat 33 tahun yang lalu, gemerlap sepak bola Indonesia disorot oleh kehadiran Piala Galatama, edisi perdana dari kompetisi yang sebelumnya dikenal sebagai Piala Liga.

Perjalanan menuju kejayaan ini ditandai oleh Semen Padang yang mempersembahkan prestasi cemerlang dengan meraih gelar juara, mengalahkan Arema Malang dalam pertandingan final yang dipenuhi dengan ketegangan.

Tepat pada 21 Juli 1992 di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Semen Padang meraih kemenangan atas Arema Malang dengan gol tunggal yang dicetak oleh Delfi Adri pada menit ke-53.

Piala Galatama VI/1992 menjadi saksi bisu akan kiprah gemilang Semen Padang. Klub yang menjadi kebanggaan masyarakat Padang dan Sumatera Barat ini, dengan penuh semangat dan tekad, menaklukkan semua rintangan di hadapannya.

Di final, mereka menghadapi tantangan tersulit mereka, Arema Malang, dan dengan satu gol yang dicetak oleh Delfi Adri pada menit ke-53, Semen Padang mengukir sejarah tak terlupakan.

Namun, prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Semen Padang semata, tapi juga bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat. Sebuah provinsi yang memancarkan semangat juangnya melalui klub sepak bola ini, menandai kejayaan mereka dalam kancah sepak bola Indonesia.

Semen Padang FC tidaklah sekadar sebuah klub. Sejak berdirinya pada 30 November 1980 dengan nama PS Semen Padang di bawah kendali PT Semen Padang, klub ini telah menjadi bagian integral dari identitas sepak bola Sumatera Barat. Meski awalnya bermain di Divisi 1 Galatama, Semen Padang dengan cepat merangsek ke Divisi Utama dalam dua musim.

Di kancah Divisi Utama Galatama, Semen Padang awalnya hanya berkutat di papan tengah. Namun, semangat juang mereka tidak pernah padam. Musim 1993-1994 hampir menjadi puncak kejayaan bagi klub ini ketika mereka hampir berhasil lolos ke semifinal, hanya berada di bawah Medan Jaya dan Pelita Jaya.

Prestasi paling gemilang mereka terjadi pada musim 1992, ketika mereka meraih gelar juara Liga Galatama dengan mengalahkan Arema Malang di final. Kemenangan ini membawa Semen Padang sebagai wakil Indonesia ke Piala Winners Asia 1993, sebuah pencapaian luar biasa yang membanggakan masyarakat Sumatera Barat.

Perjalanan Semen Padang di kancah Asia tidaklah mudah. Meskipun berhasil mengalahkan klub Vietnam, Cang Sai Gon, dengan agregat 2-1, mereka harus mengakui keunggulan klub Jepang, Nissan Motors, dengan agregat 2-12. Namun, keikutsertaan mereka dalam kompetisi ini tetap menjadi salah satu momen bersejarah dalam sejarah klub.

Takdir Semen Padang berubah ketika PSSI memutuskan untuk menggabungkan Liga Perserikatan dengan Liga Galatama pada musim 1994-1995. Klub ini terus berjuang di kompetisi baru ini, menunjukkan ketangguhannya dan menjadi salah satu kontestan yang patut diwaspadai.

Puncak keemasan Semen Padang datang pada 2002. Dipimpin oleh para pemain andal seperti Ellie Aiboy, Erol FX Iba, Carlos Renato, dan Rommy Diaz, Semen Padang berhasil menembus babak semifinal. Sayangnya, mereka harus mengakui keunggulan klub Petrokimia Putra yang akhirnya keluar sebagai juara.

Namun, semangat juang Semen Padang tidak pernah padam. Pada 2012, mereka kembali meraih kejayaan dengan menjadi Juara Liga Indonesia dan berhak berlaga di Piala AFC 2013. Meskipun harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh di grup neraka, Semen Padang tetap menunjukkan performa luar biasa dengan mengalahkan wakil Vietnam, SHB Da Nang.

Kisah epik Semen Padang bukanlah hanya tentang prestasi di lapangan, tapi juga tentang semangat juang sebuah komunitas yang terus mengibarkan bendera kebanggaan Sumatera Barat. Meskipun saat ini mereka berkutat di Divisi 2 Indonesia, harapan untuk kembali meraih kejayaan tetap menyala di hati setiap penggemar dan pemain Semen Padang.

Perjalanan gemilang Semen Padang dalam Liga Galatama jilid kedua pada 1992 adalah sebuah cerita inspiratif tentang tekad, semangat, dan kebanggaan sebuah komunitas. Prestasi mereka tidak hanya menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia, tapi juga menjadi cerminan dari semangat juang sebuah provinsi yang bangga akan identitasnya dalam dunia sepak bola nasional. (sumber : fb rubi atun)
Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved