Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, saat reses di
Masjid Al Kautsar, Air Camar, Kelurahan Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur,
Kota Padang, Sabtu (7/2/2026). (humasdprdsb)
PADANG, ANALISAKINI.ID--Menangani permasalahan sosial seperti kejahatan dan kemaksiatan, dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama dengan semua pihak dan salah satunya dengan Majelis Taklim.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua
DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi saat melaksanakan reses di Masjid Al
Kautsar, Air Camar, Kelurahan Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota
Padang, Sabtu (7/2/2026).
Muhidi dalam kesempatan tersebut
menyampaikan, menangani permasalahan sosial salah satunya dapat dilakukan
lewat Majelis Taklim melalui pendekatan ketahanan keluarga. Diharapkan ibu ibu
dalam rumah tangga berperan penting dalam mendidik anak-anaknya
Katanya, pendidikan anak dimulai dari
rumah tangga merupakan modal penting, bagaimana kepribadian anak ke depan.
Bagaimana bersosialisasi dan berprilaku antar sesama dan ditengah tengah
masyarakat, pendidikan dalam keluarga dinilai sangat menentukan.
"Itu makanya kita agendakan reses
dengan ibu ibu Majelis Taklim ingin membentuk ketahanan keluarga," sebut
Muhidi.
Selain itu, pertemuan tersebut juga
diharapkan para ibu ibu Majelis Taklim bisa membantu ekonomi keluarga melalui
kegiatan usaha atau UMKM.
"Diantara mereka yang hadir ini kan
ada yang aktif di UMKM dan usaha ekonomi lain," kata Muhidi.
Kegiatan reses Ketua DPRD Provinsi
Sumatera Barat ini juga diikuti 250 ibu ibu Majelis Taklim se Kecamatan Padang
Timur.
Jelang Ramadan
Dalam kesempatan tersebut, Muhidi
mengajak masyarakat, khususnya kaum ibu, untuk mempersiapkan diri menyambut bulan
suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.
Muhidi menekankan pentingnya
memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an sebagai bekal spiritual selama Ramadan.
Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya menjadi pedoman hidup, tetapi juga sumber
keberkahan dan kecerdasan spiritual.
“Mari kita siapkan diri bersama
Al-Qur’an, baik dengan membaca maupun mendengarkan ceramah-ceramah ustaz.
Karena ketika kita dekat dengan Al-Qur’an, insyaallah kita akan semakin cerdas
secara spiritual,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Ramadan merupakan bulan
Al-Qur’an sekaligus bulan penuh ampunan. Setiap muslim dianjurkan untuk
menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah seperti salat tarawih, tadarus,
dan memperbanyak amal saleh.
“Barang siapa yang menegakkan
malam-malam Ramadan dengan iman dan keikhlasan, maka Allah akan mengampuni
dosa-dosanya,” kata Muhidi.
Lebih lanjut, ia menyebut Ramadan
sebagai “diklat” selama 30 hari untuk membentuk pribadi bertakwa. Puasa,
menurutnya, melatih kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial. (r-n)
