Padang, Analisakini.id – PT Bank Nagari tetap mampu menjaga kinerja keuangan dan memperkuat perannya sebagai bank pembangunan daerah di Sumatera Barat, di tengah perlambatan ekonomi nasional dan regional sepanjang 2025.
"Ini adalah hasil dari langkah strategis bank dalam menjaga stabilitas di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah yang cenderung melambat," kata Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra saat memaparkan kinerja keuangan Bank Nagari tahun 2025 di Aula Lantai IV Kantor Pusat Bank Nagari, Jl. Pemuda 21 Padang, Senin (2/2/2026).
Gusti menjelaskan, total aset 2025 mencapai Rp33,61 triliun, tumbuh 1,97 persen dibandingkan Desember 2024. Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp25,27 triliun, meskipun mengalami koreksi 1,10 persen akibat melemahnya permintaan kredit seiring perlambatan ekonomi.
Gusti yang didampingi Direksi lainnya Zilfa Efrizon (Direktur Operasional), Roni Edrian (Direktur Keuangan), Hafid Dauli (Direktur Kredit dan Syariah), Sukardi (Direktur Kepatuhan), serta Komisaris Utama Andri Yulika dan dua Komisaris Manar Fuadi dan Edrizanof serta Dewan Pengawas Syariah, Prof. Yasri dan Prof. Rozalinda menyebutkan untuk total Dana Pihak Ketiga mencapai Rp26,84 triliun, tumbuh 0,58 persen.
Di sisi lain, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari mencatatkan kinerja yang impresif. Total aset syariah mencapai Rp6,49 triliun, tumbuh 6,28 persen. Pembiayaan syariah meningkat 14,66 persen menjadi Rp4,63 triliun, sementara laba bersih syariah naik 15,43 persen menjadi Rp224,62 miliar. Pangsa aset UUS terhadap induk pun meningkat dari 18,52 persen pada 2024 menjadi 19,31 persen pada 2025.
Sedangkan dari sisi rasio keuangan, kondisi Bank Nagari tetap berada pada level sehat. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat 23,72 persen, jauh di atas ketentuan minimum. Ini menunjukkan permodalan bank sangat kuat.
ROA sebesar 1,89%, menunjukkan bank cukup baik mengelola aset sehingga mampu menghasilkan laba. ROE sebesar 12,29 % memperlihatkan bank memiliki kemampuan dalam mengelola ekutias dengan baik sehingga memberikan return yang baik.
NIM sebesar 5,89%, memperlihatkan rasio pendapatan bunga bersih yang baik tetap terjaga. LDR sebesar 94,15% yang menunjukkan kemampuan bank dalam memanfaatkan dana pihak ketiga menyalurkan kredit secara optimal.
NPL sebesar 2,4 %, menunjukkan kualitas penyaluran kredit dan pembiayaan dalam kategori sehat jauh di bawah thresold 5 persen. BOPO sebesar 82,69%, dan CASA mencapai 44,32% yang menunjukkan bank semakin baik menghimpun dana murah melalui mereposisi dana berbiaya mahal ke dana murah.
Market share Bank Nagari di wilayah Sumatera Barat terhadap Perbankan Sumbar per November 2025 menujukkan Share Aset mencapai 39,81%. Share Kredit/pembiayaan mencapai 33,42%. Share Dana Pihak Ketiga mencapai 32,51%. Market Share UUS Bank Nagari terhadap Perbankan Syariah di Sumbar juga menunjukkan Share Aset mencapai 49,36%. Share Pembiayaan mencapai 40,84%, dan Share dana pihak ketiga mencapai 39,72%.
Atas kinerja dan fundamental yang solid tersebut, PEFINDO menetapkan peringkat idA /Stable (Single A Plus, Outlook Stabil) kepada Bank Nagari untuk periode 16 Januari 2025 hingga 1 Januari 2026.Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank Nagari yang kuat dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang serta prospek usaha yang stabil di tengah tantangan ekonomi.
Komisaris Utama Bank Nagari Andri Yulika dalam kesempatan itu juga mengapresiasi kinerja direksi meski menghadapi tekanan ekonomi. Sekaitan dengan itu, pihaknya rutin melakukan rapat dengan direksi baik menyangkut evaluasi maupun terkait situasi ekonomi yang mesti disikapi.
"Secara internal, kami juga sering rapat. Muaranya, bagaimana bank kebanggaan urang awak ini tetap memberikan kontribusi bagi daerah dan masyarakat. Jadi, kami yang diamanahkan sebagai komisaris, bertugas mengawasi sekaligus memastikan operasional bank berjalan baik, termasuk d tengah tekanan ekonomi,"terang Andri yang juga Kepala Inspektorat Pemprov Sumbar ini.(*)
