arrow_upward

Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Sebut Peristiwa Situjuh Banyak Mengandung Pelajaran Berharga

Kamis, 15 Januari 2026 : 17.42

 

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menghadiri upacara peringatan Peristiwa Situjuah ke-77, Kamis (15/1/2026) di Lapangan Khatib Sulaiman Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota.

LIMA PULUH KOTA, ANALISAKINI.ID--Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Akronim yang disampaikan Presiden Soekarno tersebut, mesti terus ditanamkan pada seluruh unsur masyarakat. Dengan mengingat sejarah, nilai dari peristiwa tersebut bisa terus dimaknai dan menjadi pelajaran yang bermanfaat untuk daerah, bangsa dan negara.

“Ya, salah satunya Peristiwa Situjuah. Ini merupakan momen bersejarah di daerah kita yang mengandung banyak pelajaran dan bermanfaat untuk terus kita maknai,” ucap Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, menyampaikan hal itu saat menghadiri upacara peringatan Peristiwa Situjuah ke-77, Kamis (15/1/2026) di Lapangan Khatib Sulaiman Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota.

Katanya, Peristiwa Situjuah, mengandung banyak pelajaran. Bahwa untuk mencapai sesuatu mesti dilakukan dengan perjuangan. Perjuangan tersebut mesti dilakukan dengan kebersamaan dan persatuan.

“Yang jelas, Peristiwa Situjuah juga mengajarkan tentang betapa pengkhianat bisa berdampak amat besar. Dengan begitu, demi daerah dan bangsa penting sekali untuk menjaga kebersamaan dalam perjuangan,” katanya.

Evi mengatakan, pengkhianatan dalam Peristiwa Situjuah, telah mengakibatkan tercorengnya semangat perjuangan. Akibatnya, sejumlah pejuang wafat dalam peristiwa tersebut. Hal ini menurutnya menjadi momen bersejarah yang mesti selalu diingat untuk menjadi pelajaran.

Evi Yandri mengatakan, dengan mengingat sejarah berdampak pula pada tumbuhnya rasa nasionalisme serta semangat kebersamaan. Untuk itu, secara pribadi maupun kelembagaan DPRD, ia mengajak seluruh unsur untuk tetap menghargai semua momen bersejarah yang telah terjadi di provinsi ini maupun nasional.

Mengingat sejarah tersebut, lanjut politisi Gerindra itu, saatnya mengambil pelajaran dan makna berharga. “Peristiwa Situjuah merupakan kontribusi sangat besar Sumbar dalam menyelamatkan negara republik Indonesia dengan berdirinya PDRI.

Peringatan ini merupakan bagian dari peringatan Bela Negara,” ujarnya.

Ini mesti dihargai. “Kita tidak boleh melupakan peristiwa ini. Kita mesti mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah berkorban demi negara,” ujarnya lagi.

Ia menghimbau masyarakat menjadikan Perisitiwa Situjuah sebagai bentuk penghormatan sekaligus inspirasi dari rangkaian terjadinya peristiwa terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dimulai pada 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949, tepat ditengah masa Agresi Militer Belanda Ke-II saat itu.

“Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pernah dibentuk PDRI, termasuk di dalamnya Peristiwa Situjuah pada 15 Januari 1949. Oleh karena itu banyak pelajaran yang musti kita gali, diantaranya adalah semangat persatuan dan kesatuan,” katanya. (n-r)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved