Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo
Budiman, menghadiri upacara peringatan Peristiwa Situjuah ke-77, Kamis
(15/1/2026) di Lapangan Khatib Sulaiman Nagari Situjuah Batua, Kecamatan
Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota.
LIMA PULUH KOTA, ANALISAKINI.ID--Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah. Akronim yang disampaikan Presiden Soekarno tersebut, mesti terus ditanamkan pada seluruh unsur masyarakat. Dengan mengingat sejarah, nilai dari peristiwa tersebut bisa terus dimaknai dan menjadi pelajaran yang bermanfaat untuk daerah, bangsa dan negara.
“Ya, salah satunya Peristiwa Situjuah. Ini
merupakan momen bersejarah di daerah kita yang mengandung banyak pelajaran dan
bermanfaat untuk terus kita maknai,” ucap Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri
Rajo Budiman, menyampaikan hal itu saat menghadiri upacara peringatan Peristiwa
Situjuah ke-77, Kamis (15/1/2026) di Lapangan Khatib Sulaiman Nagari Situjuah
Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota.
Katanya, Peristiwa Situjuah, mengandung
banyak pelajaran. Bahwa untuk mencapai sesuatu mesti dilakukan dengan
perjuangan. Perjuangan tersebut mesti dilakukan dengan kebersamaan dan
persatuan.
“Yang jelas, Peristiwa Situjuah juga
mengajarkan tentang betapa pengkhianat bisa berdampak amat besar. Dengan begitu,
demi daerah dan bangsa penting sekali untuk menjaga kebersamaan dalam
perjuangan,” katanya.
Evi mengatakan, pengkhianatan dalam Peristiwa
Situjuah, telah mengakibatkan tercorengnya semangat perjuangan. Akibatnya, sejumlah
pejuang wafat dalam peristiwa tersebut. Hal ini menurutnya menjadi momen
bersejarah yang mesti selalu diingat untuk menjadi pelajaran.
Evi Yandri mengatakan, dengan mengingat
sejarah berdampak pula pada tumbuhnya rasa nasionalisme serta semangat kebersamaan.
Untuk itu, secara pribadi maupun kelembagaan DPRD, ia mengajak seluruh unsur
untuk tetap menghargai semua momen bersejarah yang telah terjadi di provinsi
ini maupun nasional.
Mengingat sejarah tersebut, lanjut
politisi Gerindra itu, saatnya mengambil pelajaran dan makna berharga. “Peristiwa
Situjuah merupakan kontribusi sangat besar Sumbar dalam menyelamatkan negara
republik Indonesia dengan berdirinya PDRI.
Peringatan ini merupakan bagian dari
peringatan Bela Negara,” ujarnya.
Ini mesti dihargai. “Kita tidak boleh
melupakan peristiwa ini. Kita mesti mengingat jasa-jasa para pahlawan yang
telah berkorban demi negara,” ujarnya lagi.
Ia menghimbau masyarakat menjadikan Perisitiwa
Situjuah sebagai bentuk penghormatan sekaligus inspirasi dari rangkaian
terjadinya peristiwa terbentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)
yang dimulai pada 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949, tepat ditengah masa
Agresi Militer Belanda Ke-II saat itu.
“Dalam sejarah perjuangan bangsa
Indonesia, pernah dibentuk PDRI, termasuk di dalamnya Peristiwa Situjuah pada
15 Januari 1949. Oleh karena itu banyak pelajaran yang musti kita gali,
diantaranya adalah semangat persatuan dan kesatuan,” katanya. (n-r)
