arrow_upward

KUNJUNGI SMA 12 PADANG ; Wamendikdasmen Jamin Revitalisasi Total Sekolah Terdampak Bencana di Sumbar

Senin, 05 Januari 2026 : 17.23

 


Padang, Analisakini.id-Memasuki hari pertama semester genap, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat langsung tancap gas mengunjungi SMAN 12 Padang, Senin (5/1).

Kunjungan ini merupakan misi khusus pemerintah untuk memastikan roda pendidikan tetap berputar meski fasilitas sekolah luluh lantak pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat.

Kehadiran Atip di sekolah yang berlokasi di Nanggalo tersebut diawali dengan momen emosional saat ia bertindak sebagai pembina upacara bendera perdana di tahun 2026.

Di hadapan ratusan siswa dan guru, ia menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan satu anak pun kehilangan hak belajarnya hanya karena kendala infrastruktur yang rusak akibat bencana alam.

Wamendikdasmen menjelaskan kunjungannya ke Padang merupakan bagian dari rangkaian pemantauan pemulihan pendidikan di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah pusat ingin melihat langsung kesiapan pembelajaran di awal tahun ini guna memberikan solusi cepat bagi sekolah-sekolah yang hingga kini masih berjuang memulihkan diri.

Dalam keterangannya kepada awak media, Atip memaparkan bahwa Kemendikdasmen telah memetakan tingkat kerusakan fasilitas pendidikan menjadi tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat.

Untuk sekolah dengan kerusakan ringan, proses pembersihan telah dinyatakan rampung, sementara kategori sedang akan segera mendapatkan penanganan rehabilitasi fisik secara bertahap.

Khusus untuk sekolah dengan kategori rusak parah, Atip memberikan kabar baik institusi tersebut akan menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi tahun anggaran 2026. Pemerintah berkomitmen mengalokasikan anggaran khusus guna membangun kembali gedung-gedung yang roboh agar para siswa bisa kembali belajar di ruang kelas yang layak dan aman.

Namun, Atip juga menekankan adanya opsi relokasi bagi sekolah yang berada di zona merah rawan bencana sesuai dengan rekomendasi BNPB. Jika lahan sekolah saat ini dinyatakan tidak lagi layak atau terlalu berisiko untuk ditempati kembali, maka pemerintah akan mengambil langkah pemindahan lokasi sekolah ke area yang lebih stabil demi keselamatan jangka panjang.

Di Sumbar sendiri, tercatat sekitar 50 sekolah menjadi fokus utama program revitalisasi pusat karena dampak bencana yang cukup masif. Selain perbaikan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian serius pada sisi psikologis peserta didik melalui layanan trauma healing agar semangat belajar siswa tidak padam akibat pengalaman pahit saat bencana terjadi.

Dalam kunjungan kerja ini, Wamendikdasmen didampingi oleh pejabat teras seperti Dirjen GTKPG Nunuk Suryani dan Dirjen Diksi PKPLK Tatang Muttaqin untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kehadiran para petinggi pendidikan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani krisis pendidikan di daerah terdampak bencana secara komprehensif dari hulu ke hilir.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemendikdasmen menyerahkan bantuan operasional sebesar Rp15 juta per sekolah untuk sejumlah SD, SMP, dan SMA di Padang sebagai dana stimulan pemulihan. Tak hanya itu, bantuan berupa alat tulis, makanan nutrisi, hingga susu kaleng juga dibagikan langsung kepada para siswa untuk memotivasi mereka kembali ke bangku sekolah.

Kegiatan ditutup dengan momen istimewa saat para siswa melakukan interaksi daring melalui streaming dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Melalui pesan penutupnya, Atip Latipulhayat berpesan agar seluruh warga sekolah tetap sabar dan menjadikan keterbatasan saat ini sebagai tantangan untuk melahirkan inovasi baru dalam dunia pendidikan nasional. (bm)


Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved