arrow_upward

Ketua DPRD Sumbar Dukung Silek Tradisi Jadi Ekstrakurikuler bagi Siswa

Sabtu, 24 Januari 2026 : 16.48

 

Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi, dan lainnya saat peluncuran Program Silek Tradisi Minangkabau, Sabtu (24/1/2026) di Lapangan Kantor Gubernur.

 

PADANG, ANALISAKINI.ID--Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi, mengapresiasi sekaligus mendukung peluncuran Program Silek Tradisi Minangkabau bagi siswa SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat. Melalui program ini, silek tradisi Minangkabau ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh SMA, SMK, dan SLB di Sumbar.

Ketua Muhidi menilai, program strategis tersebut tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga penting dalam pembentukan karakter dan penguatan mental generasi muda, sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme.

Program Silek Tradisi Minangkabau resmi diluncurkan Pemprov Sumbar melalui Wagub Vasko Ruseimi, Sabtu (24/1/2026) di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar.

Menurut Muhidi, melalui latihan silek, siswa dapat meningkatkan kebugaran jasmani, melatih kekuatan, kelenturan, keseimbangan, serta daya tahan tubuh. Aktivitas ini juga berkontribusi menjaga kesehatan fisik pelajar di usia remaja.

Selain manfaat fisik, latihan silek tradisional menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Siswa dibiasakan mematuhi aturan, etika, serta jadwal latihan yang teratur, sehingga membentuk karakter disiplin yang berguna baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam aspek pembentukan kepribadian, silek tradisional juga melatih kesabaran, kepercayaan diri, serta pengendalian emosi. Nilai-nilai tersebut dinilai mampu membentuk sikap rendah hati sekaligus mencegah perilaku agresif di kalangan pelajar.

Sebagai warisan budaya bangsa, silek tradisional turut menanamkan nilai budaya dan nasionalisme. Melalui proses latihan, siswa dikenalkan pada tradisi, adat, serta jati diri Minangkabau dan Indonesia.

Gerakan silek yang menuntut fokus dan koordinasi juga diyakini dapat meningkatkan konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar. Di sisi lain, silek tradisional membuka ruang pengembangan diri dan prestasi nonakademik melalui berbagai ajang kejuaraan, seperti O2SN dan POPDA.

Tak kalah penting, silek mengajarkan bela diri secara bertanggung jawab, yakni untuk melindungi diri, bukan menyerang, serta menanamkan nilai sportivitas dan etika. Selama proses latihan, siswa juga membangun kerja sama, solidaritas, dan rasa persaudaraan, sehingga tercipta hubungan sosial yang positif di kalangan pelajar.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimi, menyampaikan bahwa Sumatera Barat memiliki sekitar 200 aliran silek tradisional, namun saat ini hanya tersisa sekitar 50 aliran.

Menurutnya, peluncuran Program Silek Tradisi Minangkabau menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali eksistensi silek tradisional Minangkabau yang mulai tergerus zaman.

Di tengah era digital, Vasko mendorong para siswa untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan silek tradisional. Ia berharap siswa dapat mengunggah konten positif yang menampilkan manfaat dan nilai budaya silek Minangkabau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Habibul Fuadi menjelaskan pelaksanaan ekstrakurikuler wajib silek tradisi sebenarnya telah dimulai sejak awal tahun ajaran baru pada Juli 2025 lalu namun belum terstandarisasi. Saat ini, telah didukung modul pembelajaran yang terstandar.

“Dengan terbitnya modul ekstrakurikuler silek tradisi, pelaksanaannya sudah bisa berjalan seragam dan terstruktur di seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Sumatera Barat,” jelas Habibul. (n-r-t)

 

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved