arrow_upward

Kerugian Akibat Bencana Capai Rp31,8 Triliun, Gubernur Mahyeldi Laporkan ke Mendagri

Jumat, 09 Januari 2026 : 16.29

 

Gubernur Mahyeldi mengikuti rakor pemulihan pascabencana hidrometeorologi wilayah Sumatera bersama Menteri Dalam Negeri yang digelar dari Padang, Jumat (9/1).


Padang, Analisakini.id-Bencana hidrometeorologi melanda 16 kabupaten dan kota di Sumatera Barat dengan total kerugian mencapai Rp31,8 triliun. Data tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat mengikuti rapat koordinasi pemulihan pascabencana wilayah Sumatera bersama Menteri Dalam Negeri melalui sambungan daring.

Mahyeldi menjelaskan bencana tersebut menimbulkan korban jiwa cukup besar. Jumlah korban meninggal tercatat 264 orang. Korban hilang mencapai 72 orang. Korban luka-luka sebanyak 401 orang. Jumlah pengungsi mencapai 10.854 jiwa. Total masyarakat terdampak tercatat 296.345 jiwa.

“Sedangkan jumlah korban, 264 meninggal dunia, 72 hilang, 401 luka-luka dan 10.854 jiwa mengungsi. Total masyarakat terdampak sebanyak 296.345 jiwa,” ungkap Mahyeldi Ansharullah.

Pemaparan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pemulihan pascabencana hidrometeorologi wilayah Sumatera bersama Menteri Dalam Negeri yang digelar dari Padang, Jumat (9/1).

Mahyeldi menyebut pemerintah provinsi menyiapkan dashboard satu data kebencanaan yang dapat diakses masyarakat melalui laman dashboardbencana.sumbarprov.go.id. Sistem tersebut disiapkan untuk memudahkan pelaporan serta meningkatkan transparansi penanganan bencana.

“Dashboard kebencanaan ini menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berbasis data yang akurat,” tegas Mahyeldi Ansharullah.

Ia menilai keterbukaan data membantu percepatan penanganan bencana, memastikan ketepatan sasaran, serta memperkuat akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanganan bencana, khususnya pada tahap darurat dan pendataan.

“Dashboard ini mempermudah koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap tahapan rehab rekon termonitor dengan baik dan penggunaan anggaran lebih efektif,” kata Tito Karnavian.

Ia menegaskan tahap awal rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah terdampak akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur jalan.

“Sementara yang lainnya akan menyusul setelah itu,” pungkas Tito Karnavian.104

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved