Ketua DPRD Sumbar,
Muhidi, meninjau dapur MBG pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan
SBLF Jati, Kecamatan Padang Timur, Minggu (4/1/2026).
PADANG, ANALISAKINI.ID--Program
Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh berhenti pada pemenuhan asupan gizi anak
sekolah, tetapi harus memberi efek berantai bagi penguatan ekonomi masyarakat
lokal.
Penegasan
itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, saat menghadiri
peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan SBLF Jati, Kecamatan
Padang Timur, Minggu (4/1/2026).
Muhidi menilai, MBG merupakan program strategis yang menyentuh dua aspek
penting sekaligus, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penggerak
ekonomi kerakyatan. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) dalam rantai pasok MBG harus menjadi prioritas agar manfaatnya
dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
“Program MBG tidak hanya soal pemenuhan gizi anak, tetapi juga harus
berdampak nyata bagi pengembangan UMKM dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Muhidi menyebut pelaksanaan MBG berpotensi menekan angka
pengangguran, khususnya di wilayah sekitar dapur pelayanan. Hal tersebut
tercermin dari komposisi tenaga kerja yang terlibat langsung dalam operasional
SPPG Jati.
“Di SPPG Jati, sekitar 60 hingga 70 persen tenaga kerja berasal dari
warga Kelurahan Jati,” ungkapnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung pelaksanaan
program MBG agar berjalan optimal, tepat sasaran, transparan, serta
berkelanjutan dalam jangka panjang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara
luas.
Sementara itu, Anggota DPD RI, Muslim M Yatim, yang meresmikan SPPG Jati,
berharap program MBG dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia
menilai, kebijakan tersebut sejalan dengan praktik pemenuhan gizi anak yang
telah diterapkan di sejumlah negara.
Menurutnya, negara seperti Jepang, Brasil, Thailand, dan Malaysia telah
lebih dahulu menjalankan program serupa dengan hasil yang positif terhadap
kualitas generasi muda.
Melalui pelaksanaan MBG yang terencana dan berkualitas, ia optimistis
cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dengan melahirkan
generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi.
SPPG Jati dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Januari 2026. Pada tahap
awal, layanan MBG akan menjangkau delapan sekolah dengan distribusi lebih dari
260 porsi makanan bergizi per sekolah.
Secara keseluruhan, pada pelaksanaan perdana, SPPG Jati akan menyiapkan
lebih dari 1.000 porsi makanan bergizi setiap hari. Jumlah tersebut akan
ditingkatkan secara bertahap seiring optimalisasi operasional dapur dan
kesiapan sarana pendukung. (n-r-t)
