arrow_upward

Geser Anggaran, DPRD Sumbar Komit Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Kamis, 08 Januari 2026 : 17.22

Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat Rakor Sinergitas Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P)di Ruang Rapat Auditorium Gubernuran, Jalan Sudirman, Kamis (9/1/2026).

PADANG, ANALISAKINI.ID—Percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, terus dikebut. Ketua DPRD Sumbar Drs. H. Muhidi, MM menegaskan, pihaknya  tetap komit mendukung percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui kebijakan pergeseran anggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ya, DPRD Sumbar siap mendukung langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat apabila pengajuan anggaran perubahan dilakukan secara tepat dan sesuai mekanisme,” ujar Muhidi saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Bencana Banjir, Banjir Bandang dan Tanah Longsor pada November 2025, Kamis (8/1/2026) di Ruang Rapat Auditorium Gubernuran.


Dikatakan Ketua Muhidi, hal itu dilakukan guna memastikan proses pemulihan berjalan efektif serta masyarakat terdampak memperoleh kepastian penanganan pascabencana.


Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyampaikan, kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diperkirakan mencapai Rp22,7 triliun.


Berdasarkan data sementara total perkiraan kerusakan dan kerugian akibat bencana di Sumatera Barat mencapai Rp31,686 triliun.


Perinciannya, jelas gubernur, kerusakan sektor perumahan sebesar Rp1,7 triliun, sektor pelayanan Rp978 miliar, sektor ekonomi Rp2,2 triliun, sarana dan prasarana Rp26,676 triliun, serta sektor peternakan sebesar Rp64,5 miliar.

 

Transisi Cepat

Sementara, Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Dr. Rustian, yang hadir pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah transisi cepat dari hunian sementara (huntara) menuju hunian tetap (huntap) demi memberikan kepastian hidup bagi para penyintas bencana banjir dan longsor.


Kegiatan ini bertujuan menyatukan data kerusakan akibat bencana hidro-meteorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.


Rustian yang telah mendampingi penanganan darurat di Sumatera Barat selama 46 hari, mengungkapkan komitmennya setelah mendengar langsung keluhan warga. Ia menyebut kalimat


"Jangan kami ditempatkan lagi di tempat yang sudah sulit ini" sebagai pemacu semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota agar penyintas segera keluar dari masa transisi darurat. (n-r)



Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved