Padang, Analisakini.id-
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Dinas Pangan meminta pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan Gelar Pangan Murah (GPM) di daerah masing-masing. Ini menyusul harga sembako yang mulai bergejolak di pasaran.
"Bencana hidrometeorologi yang baru saja menimpa beberapa daerah di Sumbar menimbulkan kerugian besar. Tidak hanya korban jiwa, tapi juga harta benda serta berbagai sarana infrasruktur juga rusak. Akses terputus. Ini berdampak kepada harga sembako pun bergejolak," kata Kepala Dinas Pangan Sumbar Iqbal Ramadi Payana, kemarin di Padang.
Iqbal menjelaskan, dampak dari bencana alam hidrometeorologi ini mengakibatkan terjadinya kenaikan harga beberapa komoditi pangan pada tingkat konsumen.
Untuk mengendalikan hal tersebut maka dilakukan Gelar Pangan Murah (GPM) rutin setiap hari melalui TTIC dan meminta OPD yang menangani urusan pangan di Kabupaten/kota untuk melaksanakan kegiatan GPM di daerah masing-masing.
"Pada 2-3 Desember mendatang digelar kembali event GPM di Padang," singkatnya.
Iqbal menjelaskan pihaknya juga menyaluran bantuan pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada wilayah terdampak banjir di Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji Padang. Bantuan berupa (10 kg beras dan 2 liter minyak goreng/bulan/kk). Total warga terdampak 428 KK, penyaluran dilakukan bertahap mulai Senin (1/12) dan diperkirakan selesai 3-4 hari kedepan.
Kegiatan penyaluran bantuan pangan itu langsung dihadiri oleh Bapak
Maino Dwi Hartono STP, M.P Direktur Stabilisasu Pasokan Harga Pangan Badan Pangan Nasional.
Iqbal juga menjelaskan realisasi penyaluran Bantuan Pangan Beras dan minyak goreng dari Bapanas yang telah tersalurkan sampai 1 Desember 2025 jam 08.00 WIB beras terealisasi 4.359.840 kg dan minyak goreng 871.968 liter untuk 339.748 kk. (ef).
Bagikan