Padang, Analisakini.id - Sekitar 25 unit rumah di sebuah perumahan di RT 02 RW 02 Kelurahan Gurun Laweh, tak bersisa dihanyutkan banjir bandang yang disebabkan meluapnya aliran Batang Kuranji, Jumat (29/11/2025) dinihari.
Selain itu, enam unit rumah warga RW 02 yang terdiri dari 3 rukun tetangga (RT) itu –dikenal dengan Kampung Chaniago--, juga rusak berat dihantam air bah yang menerjang sejak Jumat dinihari hingga pagi.
“Komplek perumahan itu, baru selesai dibangun pengembangnya. Belum diperoleh informasi, apakah sudah ada yang tinggal di perumahan itu atau masih tanggung jawab developernya,” ungkap Bhabinkamtibmas Kelurahan Gurun Laweh Polsek Nanggalo, Aipda Hendri Hartono, Senin.
Dikatakan Aipda Hendri, kawasan RW 02 Kelurahan Gurun Laweh ini belum tertangani lumpur kirimannya dengan baik, di 14 hari masa tanggap darurat yang akan berakhir 8 Desember 2025 depan.
“Pada Senin malam ini, bantuan dari Bank Mandiri menyapa warga korban banjir di RW 02 Kelurahan Gurun Laweh tersebut. Sebelumnya, ada dari YBH PLN” ungkap Aipda Hendri Hartono.
“Sejak bencana banjir melanda kawasan itu pada Kamis (27/11/2025) siang, bantuan suplai makanan berupa nasi bungkus telah dkirim ke lokasi terdampak oleh pihak kecamatan dan kelurahan,” tambah Aipda Hendri.
Informasi yang diperoleh media ini, aliran Batang Kuranji yang melewati Kampung Chaniago ini, telah bergeser sejauh puluhan meter dari posisi semula.
Sejak kejadian banjir bandang itu, aliran Batang Kuranji yang tampak hari ini, dulunya adalah komplek perumahan. Bekas aliran Batang Kuranji sebelumnya, kini menyisakan endapan lumpur bercampur bebatuan ukuran besar.
Kelurahan Gurun Laweh, juga dibenarkan Ketua LPM, Alriadi. Menurutnya, warga sangat membutuhkan lumpur itu segera disingkirkan agar kembali lancar beraktivitas.
“Material pasir yang tersisa dari banjir, kini banyak menumpuk di dalam rumah warga. Ketebalannya bahkan ada yang mencapai 50 centimeter,” terang Alriadi.
Selain itu, terangnya, material lumpur juga menimbun puluhan kelas di SMAN 12 Padang. Siswa sudah dikerahkan untuk ikut gotong royong mengangkat endapan sisa banjir.
“Jadwalnya, pada pekan pertama Desember 2025 ini, anak-anak akan ikuti ujian semester. Ruang kelasnya masih tak bisa digunakan termasuk labor komputer yang ikut terendam banjir,” ungkap Alriadi. (*)