Padang, Analisakini.id — Universitas Islam Sumatera Barat (UISB) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat pada Selasa, 11 November 2025.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Miko Kamal, S.H., LL.M., Ph.D., bersama Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi, S.Pd., M.Pd., di ruang sidang Rektorat UISB. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Rektor I, Dr. Sudarman, S.Hum., M.A., Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan, Drs. Riswandi, M.Si., serta pejabat struktural UISB lainnya.
Perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara UISB dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Wakil Rektor III, Miko Kamal, menjelaskan setelah penandatanganan, kedua institusi akan melaksanakan kegiatan-kegiatan konkret yang saling menguntungkan. Tenaga pustaka UISB berkesempatan belajar dari pustakawan senior Perpustakaan Daerah mengenai tata kelola perpustakaan, sedangkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dapat memanfaatkan keahlian dosen UISB dalam bidang psikologi, teknologi, dan informatika. Contohnya, dosen psikologi UISB dapat membantu dalam proses seleksi staf atau promosi jabatan, dan dosen dari Program Studi Sistem Informasi serta Teknik Informatika siap berkontribusi sesuai kebutuhan instansi
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Jumaidi, menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen UISB dalam menindaklanjuti MoU tersebut dengan menjadikan instansinya sebagai mitra keberlanjutan. Jumaidi menegaskan kesiapan instansinya untuk bekerja sama meningkatkan literasi masyarakat Sumatera Barat.
Ia menambahkan Perpustakaan Daerah menyediakan ribuan judul buku dalam format cetak maupun digital yang dapat diakses oleh civitas akademika UISB secara daring maupun luring. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan sarjana yang semakin terampil dan memiliki literasi luas. Dengan meningkatnya minat baca dan perkembangan literasi informasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, hal ini akan memperkuat daya saing dan kualitas sumber daya manusia daerah. (*/rl)
Bagikan