Akibat curah hujan tinggi, banjir bandang menerjang sawah,
ladang, dan kolam pembibitan ikan milik masyarakat Paninjauan, Tanjung Raya, Agam,
Minggu (23/11/2025). (maswir chaniago)
PADANG,
ANALISAKINI.ID—Banjir di mana-mana. Pohon tumbang dan pada
sejumlah titik pun terjadi longsor. Sumatera Barat masih akan menghadapi cuaca
ekstrem hingga beberapa hari ke depan. Terkait itu, 14 daerah kabupaten/kota
telah dinyatakan berada dalam status
siaga penuh.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG) Stasiun Minangkabau menyebut, terjadi penguatan dinamika atmosfer yang
meningkatkan peluang hujan lebat, banjir, dan tanah longsor di sejumlah daerah.
Dalam rilisnya, diprediksi cuaca ekstrem itu
akan terjadi hingga 27 November 2025. Disebutkan, meningkatnya risiko
hidrometeorologi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena penguatan
Monsun Asia yang memicu dominasi angin baratan, membawa suplai massa udara
lembab dari Samudra Hindia menuju wilayah Sumbar.
Terkait hal itu, BMKG menetapkan 14
kabupaten/kota di Sumbar dalam status siaga penuh, antara lain: Padang
Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai,
Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, Lima Puluh
Kota, serta wilayah sekitarnya yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumbar
Mahyeldi meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota melalui BPBD untuk
meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama bagi 14 daerah
yang ditetapkan BMKG dalam status siaga penuh tersebut.
“Saya meminta BPBD provinsi dan kabupaten/kota
segera memperkuat pemantauan, memastikan kesiapan personel, peralatan, dan
jalur evakuasi. Kita harus bergerak cepat dan tepat agar masyarakat
terlindungi, terutama pada daerah yang telah ditetapkan BMKG dalam status siaga
penuh,” tegas Gubernur Mahyeldi, Minggu (23/11/2025).
Kepada masyarakat, Mahyeldi mengimbau agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan kawasan rawan longsor. Kemudian masyarakat juga diminta untuk menyiapkan tas siaga yang berisikan dokumen penting, serta memahami jalur evakuasi di wilayahnya masing-masing.
"Masyarakat juga harus pro aktif memantau
informasi yang berasal dari kanal resmi seperti BMKG, BPBD, dan pemerintah
daerah. Jangan percaya dengan informasi yang sumbernya tidak jelas,"
katanya.
Picu Bencana
Cuaca ekstrem dan hujan intensitas tinggi memicu rangkaian bencana di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada 22–23 November 2025. BPBD Sumbar mencatat kejadian angin kencang, banjir, dan longsor di lima daerah berdasarkan laporan terkini.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi sekaligus Juru Bicara BPBD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ilham Wahab, melaporkan, angin kencang terjadi di Kota Padang sejak Sabtu dini hari hingga Minggu (23/11) siang.
Angin merobohkan sejumlah pohon di Kecamatan Koto Tangah dan Padang Barat. Akses jalan sempat terganggu akibat material pohon tumbang.
Hujan deras memicu banjir genangan di Kelurahan
Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo. Air masuk ke pemukiman warga pada Minggu
pukul 04.35 WIB. Tidak ada korban jiwa dan tidak ada laporan kerusakan
bangunan.
Petugas BPBD Kota Padang langsung mengevakuasi warga terdampak dan membersihkan material pohon tumbang. Laporan kejadian sudah diteruskan kepada BPBD Sumbar.
Di Kabupaten Padang Pariaman, angin kencang
melanda Kecamatan Ulakan Tapakih. Wilayah itu terdampak cuaca ekstrem sepanjang
22–23 November 2025. Tidak ada korban jiwa.
Hujan berjam-jam menimbulkan banjir di lima
kecamatan, yakni Lubuk Alung, Batang Anai, Sintuak Toboh Gadang, Ulakan
Tapakih, serta 2x11 Anam Lingkung. Banjir merendam rumah warga di sejumlah
nagari.
Longsor terjadi di Kecamatan Parit Malintang serta Kecamatan 2x11 Kayu Tanam. Longsor merusak dua unit jalan, satu irigasi utama, satu saluran irigasi, dan satu sekolah dasar. Pemerintah daerah meninjau lokasi dan BPBD melakukan assessment.
Di Kota Solok, banjir melanda dua kecamatan pada Minggu pukul 02.30 WIB. Air merusak bangunan rumah di Kelurahan Kampai Tabu Karambia dan Koto Panjang. Sebanyak enam KK atau 18 jiwa terdampak. "Tidak ada korban jiwa," katanya.
TRC BPBD Kota Solok melakukan pemantauan sejak hujan turun. Petugas melaporkan kondisi banjir tidak menimbulkan korban.
Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak signifikan. Banjir menggenangi Nagari Koto Kaciak, Cingkariang, dan Pasia Laweh. Banjir merendam 30 rumah, merusak tiga rumah warga, serta mengakibatkan amblasnya badan jalan sepanjang 25 meter.
Sebanyak 80 jiwa terdampak di Kecamatan Tanjung Raya. Banjir juga merendam sawah seluas tiga hektare di Palupuah. Petugas masih melakukan pendataan kerusakan.
Banjir bandang terjadi di Nagari Paninjauan pada Minggu pagi. Material lumpur menimbun tiga kolam renang, sawah, ladang, kafe, serta kolam pembibitan ikan. Aliran sungai berubah dan akses air bersih terputus.
Petugas TRC BPBD Agam masih memantau kondisi lapangan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Sedangkan di Kabupaten Tanah Datar, banjir merusak satu rumah warga di Nagari Padang Laweh. Rumah tidak bisa ditempati dan barang warga mengalami kerusakan. BPBD melaporkan kondisi kepada BPBD Sumbar dan berkoordinasi dengan dinas terkait.
“BPBD terus memantau seluruh wilayah dan
melakukan aksi cepat tanggap bersama daerah terdampak,” kata Ilham Wahab. (yose)
