PARIAMAN, ANALISAKINI.ID--Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pariaman tahun 2026 direncanakan defisit sebesar
Rp 62.283.926.255,62, di mana pendapatan hanya sebasar Rp557.854.719.815,
sedangkan belanja diperkirakan sebesar Rp.620.138.646.070,62.
Demikian
disampaikan Walikota Pariaman Yota Balad, S.Stp, M.Si pada rapat paripurna DPRD
Kota Pariaman dalam rangka penyampaian nota keuangan rancangan APBD Kota
Pariaman tahun 2026, Rabu (12/11) di ruangan rapat utama DPRD setempat.
Dari
pendapatan sebesar Rp.558.854.719.815 tersebut, kata Yota Balad, diperkirakan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp.74.341.494.827 yang terdiri
dari Pajak daerah sebesar Rp.24.220.000.000 dan retribusi daerah sebesar
Rp.20.414.552.706, sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah akan
menyumbangkan
pendapatan sebesar Ro15.030.000.000 serta pendapatan asli daerah yang lain
sebesar Rp14.676.942.121.
Pada
sisi belanja daerah, maka yang terbesar itu adalah belanja pegawai yaitu
sebesar Rp352.950..273.711,94, dan untuk belanja barang dan jasa dianggarkan
sebesar Rp148.379.180.797,20. Sementara itu belanja hibah hanya sebesar
Rp5.330.776.000, belanja bantuan sosial sebesar Rp.393.360.000, selebihnya
adalah belanja modal yaitu sebesar Rp35.746.881.714.
Hadir
dalam rapat paripurna tersebut Wakil Walikota Mulyadi, S.sip, segenap anggota
DPRD, forkopinda, Sekda, para kepala OPD, camat serta pejabat eselon IV. (insak)
