arrow_upward

Usai Bupati Agam Tetapkan KLB Keracunan, Dapur MBG Diberhentikan Sementara

Kamis, 02 Oktober 2025 : 15.28

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd Lutfi dan lainnya, meninjau pasien keracunan MBG di RSUD Lubuk Basung, Kamis (2/10/2025).

LUBUK BASUNG, ANALISAKINI.ID--Bupati Agam Benni Warlis tetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lubuk Basung. Sebanyak 110 telah menjadi korban, usai mengkonsumsi menu nasi goreng hasil olahan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampuang Tangah tersebut, pada Rabu (1/10). Dan, operasional dapur MBG tersebut pun akhirnya diberhentikan sementara.

Status KLB ini, menurut Benni, diberlakukan sampai seluruh korban terdampak keracunan makanan program MBG itu, betul-betul pulih dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Penetapan status KLB untuk Lubuk Basung itu, ditegaskan Bupati Agam, usai memimpin rapat darurat bersama unsur Forkopimda Agam, RSUD Lubuk Basung, tim BPBD Agam, dan unsur terkait lain, membahas kejadian keracunan akibat mengkonsumsi nasi goreng produk olahan dapur SPPG Kampung Tangah.

Benni Warlis saat melihat kondisi para korban yang menjalani perawatan di RSUD Lubuk Basung itu meyakinkan sesuai ketentuan yang berlaku, status KLB diberlakukan untuk penanganan dampak keracunan tersebut. 

“Semuanya ditangani khusus oleh pemerintah daerah. Tidak hanya langkah-langkah darurat, biaya pengobatan warga terdampak, serta langkah-langkah penanganan darurat lain sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Benni, kemarin.

Saat ini, tercatat 110 orang korban terdampak, yang menjalani perawatan di 4 lokasi masing-masing di Puskesmas Manggopoh, RSUD Lubuk Basung, RSIA Rizky Bunda dan Puskesmas Lubuk Basung.

"Kita akan terus memantau perkembangannya. Mudah-mudahan, korban tidak lagi bertambah,“ tegas Benni Warlis.

Pihaknya sudah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkab Agam untuk bersiaga, dan melakukan langkah-langkah penanganan terkait musibah yang terjadi ini.

Pihaknya akan berupaya maksimal mengatasi masalah yang terjadi, dan upaya penanganan serta antisipasi terhadap hal-hal yang bisa memicu peningkatan jumlah korban secara medis.

Usai menggelar rapat darurat di RSUD Lubuk Basung, Bupati Agam kembali menggelar rapat khusus dengan jajaran Pemkab Agam, yang lanjut meninjau kondisi para korban terdampak keracunan di Puskesmas Manggopoh.

Membaik

Sementara, kondisi siswa pasca keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, berangsur membaik.

Hal itu diketahui saat Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd Lutfi, meninjau pasien di RSUD Lubuk Basung, Kamis (2/10/2025).

“Alhamdulillah, kondisi pasien sudah mulai membaik. Bahkan sebagian sudah ada yang dipulangkan,” ujarnya.

Pasien yang masih dirawat yakni 24 orang di RSUD Lubuk Basung, 1 orang di Puskesmas Manggopoh, dan 3 orang di RSIA Rizki Bunda.

Sekda menambahkan, pihak RSUD maupun puskesmas telah melakukan penanganan dengan baik dan cepat.

Terkait kasus ini, Bupati Agam menginstruksikan penghentian sementara operasional SPPG Kampung Tangah selaku penyedia MBG, sekaligus melakukan identifikasi penyebab keracunan.

“Langkah ini dilakukan agar kasus serupa tidak terulang di Kabupaten Agam,” tegasnya.

Tidak hanya siswa, kasus keracunan juga dialami wali murid serta guru.
Salah seorang guru SDN 09 Balai Satu, Iwan Caniago, mengaku mengalami gejala setelah mencicipi makanan dari siswa.

“Saat akan dimakan, siswa mencium bau busuk dari menu MBG. Saya coba mencicipinya, awalnya tidak terasa apa-apa. Namun menjelang magrib, saya mulai muntah-muntah,” ungkapnya. (sidi)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved