Lubukbasung, Analisakini.id— Jumlah korban terdampak keracunan makanan yang terjadi di wilayah Lubukbasung hingga Rabu, (1/10) sore menjelang Magrib masih terus bertambah. Sebelumnya tercatat sebanyak 19 orang yang dilarikan ke IGD RSUD Lubukbasung dan Puskesmas Manggopoh, namun korban masih terus bertambah.
Tercatat menjelang malam, sudah 34 orang korban yang terdata di tiga lokasi tersebut, termasuk yang dirujuk ke RSUD Lubukbasung dari puskesmas Manggopoh untuk mendapat perawatan lebih intensif, termasuk di RSIA Rizky Bunda.
Informasi yang diperoleh kasus keracunan makanan yang diduga berasal dari dapur MBG Kampuang Tangah, karena area warga terdampak khususnya di area yang dilayani dapur BMG tersebut.
Bahkan yang memprihatinkan, banyak anak-anak usia balita yang berstatus murid PAUD dan TK yang dilarikan ke rumah sakit, karena terdampak diduga keracunan dan mendapat perawatan intensif. Kuat diduga, keracunan terjadi setelah para korban mengkonsumsi nasi goreng yang diberikan dapur MBG Kampuang Tangah.
Saat ini, seluruh unsur terkait di Pemkab.Agam, tengah berkonsentrasi melakukan penanganan darurat terhadap para korban, termasuk siaga di dua lokasi masing-masing di puskemas Manggopoh dan IGD RSUD Lubukbasung, untuk memantau perkembangan dan penanganan darurat.
Sementara, jumlah korban terdampak keracunan makanan masih terus bertambah, bahkan ambulance masih silih berganti masuk ke tiga rumah sakit yang terpantau, baik ke RSUD Lubukbasung yang tercatat sebanyak 9 korban, 20 orang di Puskesmas Manggopoh dan 5 korban di RSIA Rizky Bunda.
Sekdakab.Agam Dr.M.Lutfie, bersama Asisten II Andrinaldi, Kadis Kesehatan dr.Hendri Rusdian, Kaban.Kesbangpol. Agam Bambang Warsito, Kadinas Kominfo Roza Syafridienti, Direktur RSUD Lubukbasung dr.Riko Krisman, yang terus memantau perkembangan kasus keracunan makanan tersebut.
Ditegaskan, Pemkab.Agam akan berupaya maksimal menangangi dampak kejadian keracunan tersebut, bahkan bersama unsur terkait, sudah melakukan koordinasi, untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut, “kita akan tangani dulu para korban terdampak, Pemkab.Agam akan berupaya maksimal mengantisipasi, penanganan medis dilakukan secara maksimal, “tegasnya.
Sejauh ini, pihaknya masih terus memantau perkembangan, termasuk menghimpun data perkembangan terakhir terkait kasus dugaan keracunan yang terjadi tersebut, bahkan seluruh lini, tengah bersiaga, terutama di tiga lokasi yang menjadi lokasi penanganan korban terdampak keracunan nasi goreng yang disediakan dapur SPPG Kampuang Tangah tersebut.
Disisi lain, unsur terkait masih melakukan penyelidikan terkait dengan penyebab pasti keracunan makanan yang terjadi, termasuk sampel makanan yang dikonsumsi oleh para korban terdampak, dari berbagai tingkatan usia, karena kuat dugaan makanan yang dikonsumsi bersumber dari SPP Kampuang Tangah yang melayani setidaknya 3.654 siswa dri 57 sekolah dari berbagai tingkatan, baik TK-PAUD, SD,SMP dan SMA. (sumber : kaba12.com)