arrow_upward

Osman Ayub, Pejuang yang Ditendang?

Jumat, 19 September 2025 : 14.53

Osman Ayub saat dampingi Wawako Padang Maigus Nasir. (ist).

Osman Ayub sejak Agustus 2025 lalu tidak lagi menjadi Ketua DPD Partai NasDem Kota Padang, setelah DPP Partai NasDem mengesahkan susunan pengurus periode 2025-2029 yang dipimpin Maigus Nasir, Wakil Walikota Padang.

Maigus Nasir yang mendampingi Walikota Padang Fadly Amran sepertinya mendapat kursi empuk tanpa mengeluarkan peluh. Banyak yang menilai, suksesnya Maigus Nasir 'manoncik' Osman Ayub dari kursi Ketua Partai NasDem Kota Padang, tak terlepas dari peran Fadly Amran yang juga Ketua DPW Partai NasDem Sumbar.

Apalagi Maigus Nasir bukanlah kader NasDem, tapi pakek PAN-nya. Sukses jadi Ketua DPRD Padang pada periode 1999-2004, karena PAN. Menjadi anggota DPRD Sumbar pada periode 2019-2024 juga dari PAN. Maju Pileg 2024 untuk mempertahankan kursi DPRD Sumbar tapi gagal, juga dari PAN. Tapi memang pindah partai atau dalam bahasa ekstrim-nya, kutu loncat adalah hal wajar. Tak dilarang.

Fadly Amran ketuju benar sama Maigus Nasir. Kabarnya, ini tak terlepas dari sikap dan loyalitas Maigus Nasir kepada Fadly Amran. Setiap Maigus memberikan sambutan dalam berbagai acara, selalu dijual nama Fadly Amran. Mulai menyampaikan pesan moral Fadly Amran sebagai Walikota (entah ada berpesan entah tidak, tak tahulah) sampai kepada menyanjung dan mengopok-opok sang Walikota.

Sebagai penceramah senior dan kesohor, soal puji-memuji dan opok-mengopok, Maigus adalah lakonnya. Santiang dia. Bahkan hampir semua yang dipuji dan disanjung sang Buya, malamnya bisa tidur nyenyak. Ingat terus pujian dan opok-opok itu. Begitu benarlah Maigus Nasir. Tapi yang dilakukan Maigus Nasir itu benar. Dia hanya mewakili Walikota. Tentu nama Walikota yang dijual. Sopan dan beretika yang diperankan Maigus Nasir.

Dalam kepengurusan DPD Partai NasDem Kota Padang itu, nama Osman Ayub betul-betul lenyap dalam kepengurusan inti partai besutan Surya Paloh ini. Padahal lagi, periodesasi kepengurusan Osman Ayub belum habis. Sebab SK pengangkatan Osman Ayub sebagai Ketua Partai NasDem Kota Padang adalah 586-Kpts/DPP-NasDem/XI/2023 tertanggal 29 November 2023. Jadi baru menjabat setahun 9 bulan. 

Tapi itu keputusan partai, mau apalagi. Mengadu pun Osman Ayub ke Anies Baswedan misalnya tak bakal mempan. Atau berkirim surat ke Istana Negara juga tak bakal digubris. Sebab itu adalah urusan rumah tangga Partai NasDem.

Dilihat dari reputasi Osman Ayub sejak menakhodai NasDem Kota Padang, dua jempol buat dia. Benar-benar pejuang partai. Saat terima SK pengangkatan dirinya, dua PR besar berada di pundaknya. Menangkan NasDem di Padang pada Pileg 2024 dan menangkan calon NasDem pada Pilkada Padang 2024.

Tugas super berat itu, sukses dijalani Osman Ayub. Kendati tak muda lagi, usianya saat Pileg 2024, 67 tahun, Osman Ayub totalitas membesarkan partai. Tiap sebentar disuarakan. Tak siang tak malam. Korban tenaga, pikiran, waktu, materi dan segala-galanya untuk membesarkan partai. Tim digerakkan maksimal dan masif hingga ke pelosok dan sudut kota Padang. 

Alhasil, raihan suara Partai NasDem naik tajam. Pada Pileg 2019, NasDem hanya meraih satu kursi, pada Pileg 2024, meraih tujuh kursi. Naik 700 persen. Mungkin ini persentase penambahan kursi DPRD tertinggi di Indonesia. Osman tak hanya memikirkan Dapilnya, tapi seluruh dapil di Kota Padang. 

Begitu pula saat Pilkada Padang 2024. Partai NasDem Kota Padang yang dia komandoi bergerak dari utara ke selatan, dari barat ke timur, dari darat sampai udara. Dari pagi buta hingga malam diri hari. Walau ada juga komponen lain yang berperan, tapi bagi NasDem Kota Padang, adalah harga mati untuk memenangkan Fadly Amran, sang Ketua NasDem Sumbar. Alhasil Fadly yang berpasangan dengan Maigus Nasir sukses menangi Pilkada Padang.

Osman Ayub, sang pejuang, senang. Beberapa kali pula digelar syukuran. Tak sia-sia Osman Ayub mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan materi untuk memenangkan calon yang diusung Partai NasDem di Pilkada Padang. Tapi kini kabar mengejutkan sekaligus duka tiba. Osman Ayub ditendang dari kepengurusan inti Partai NasDem Kota Padang. Entah salah apa yang dia buat.

Sabar ya, Osman Ayub. Dipastikan ada pertimbangan dibalik SK itu. Tak mungkin asal tendang saja. DPP Partai NasDem terbitkan SK itu, tentu juga menerima masukan dari DPW Partai NasDem Sumbar. Bisa jadi, mungkin faktor usia juga. Osman Ayub kini berusia 68 tahun. Kata Elpamas dalam lagunya "Pak Tua, sudahlah. Engkau sudah terlihat lelah...". (ef)


Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved