Padang, Analisakini.id-
Rombongan Pimpinan Wilayah Matahari Pagi Indonesia (PW MPI) Sumatera Barat yang dipimpin Muhayatul, Sabtu sore (30/8/2025) tiba di Panti Asuhan Aisyiyah Koto Tangah, Padang. Kedatangan mereka disambut oleh sejumlah pengurus dan penghuni panti.
Ketua panti asuhan Hj. Rafidah Yuda tampak senang. Wanita paruh baya itu bahagia menyambut kedatangan Muhayatul dan rombongan. Muhayatul mencium tangan "Bunda" sapaan akrab Rafidah Yuda. Mereka pun duduk di ruangan tamu pengurus panti.
Muhayatul didampingi Sekretaris MPI Sumbar Firman Arif, Bendahara MPI Gun Sugianto dan beberapa pengurus MPI lainnya. Bunda juga ditemani beberapa pengurus yayasan pula. Mereka pun bercerita ringan dan mengenang masa lalu.
"Saya dulu waktu ikut pengkaderan saat bergabung dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di gedung Muhammadiyah, ke panti ini ambil nasi bungkus. Giliran saya saat itu jemput nasi bungkus ke sini,"ucap Muhayatul mengenang peristiwa sekitar 20 silam.
Bunda diam sejenak. Lantas tersenyum kecil. "Iya betul, masih ingat. Saat itu sejumlah mahasiswa membawa sekitar 40 nasi bungkus dari sini untuk peserta pelatihan pengkaderan. Jadi, diantara mereka ada Pak Muhayatul, ya?" sela Bunda.
Bunda terpaksa panggil dengan sebutan Pak kepada Muhayatul, karena selain Ketua MPI Sumbar, Muhayatul juga Anggota DPRD Sumbar dari Fraksi PAN. Nasi yang 40 bungkus itu, dia mintakan pula ke ranting- ranting Asyiyah. Bukan di panti dimasakkan.
"Kami dibina dan sudah membudaya di Muhammadiyah dan Aisyiyah, kebersamaan itu,"ucapnya.
Pengurus MPI lain yang ternyata mayoritas kader Muhammadiyah, juga merasakan hal serupa di daerah lain. Saat pengkaderan, mereka tak hanya ditempa kepemimpinan tapi juga kebersamaan dan menjalin interaksi dengan elemen Muhammadiyah dimanapun berada.
Usai diskusi ringan dan mengenang masa lalu, MPI Sumbar melepas niatnya untuk membantu panti asuhan. Bantuan sosial berupa 500 kg diserahkan oleh Muhayatul dan secara simbolis diterima Bunda.
Rombongan MPI Sumbar pun lantas mendatangi anak panti yang berjumlah sekitar 40 orang itu. Muhayatul berpesan, rajinlah belajar, biar kelak cita-cita tercapai. Bermanfaat bagi bangsa dan negara. Jangan minder tinggal di panti, karena banyak orang sukses dan berhasil berasal dari panti. "Jadi semangatlah. Jangan lupa ibadah. Insyaallah, sukses," pesannya. (ef)
Bagikan