arrow_upward

Anggota DPRD Sumbar Rafdinal Sebut Masih Minimnya Terapis untuk Anak Cerebral Palsy

Senin, 11 Agustus 2025 : 22.34

 

Anggota DPRD Sumbar, Rafdinal, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi dan dan pejabat lainnya saat bersama peserta bimtek Terapis bagi Orang Tua Pendamping Anak dan Penyandang Disabilitas, Senin (11/8/2025) di salah satu hotel di Padang. 

PADANG, ANALISAKINI.ID—Anak-anak yang tergolong Cerebral Palsy (CP), butuh perhatian ekstra. Sementara, persoalan minimnya jumlah terapis untuk mereka di Sumatera Barat dan kebijakan BPJS yang hanya menanggung terapi hingga usia tujuh tahun, masih menjadi keluhan utama para orang tua. Padahal, terapi bagi anak CP dibutuhkan seumur hidup dan biayanya tergolong tinggi.

Anggota DPRD Sumbar Rafdinal mengatakan hal itu saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Terapis bagi Orang Tua Pendamping Anak dan Penyandang Disabilitas, Senin (11/8/2025) di salah satu hotel di Kota Padang. Acara tersebut dibuka oleh Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi.

“Ya, kegiatan ini rutin dilaksanakan dan sudah terakomodir dalam APBD. Namun, persoalan saat ini adalah minimnya terapis di Sumbar, ditambah BPJS hanya menanggung terapi anak CP sampai usia tujuh tahun, masih menjadi persoalan,” ujar Rafdinal yang juga penasehat Yayasan Raga CP. 

Seperti diketahui, penderita CP karena gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi gerakan dan postur tubuh anak. CP disebabkan oleh kerusakan otak yang terjadi sebelum, selama, atau segera setelah lahir, dan bersifat permanen, meskipun tidak progresif. 

Menurut Rafdinal, Yayasan Raga CP telah memiliki kerjasama dan didukung oleh Baznas Sumbar. Dia menilai fasilitas publik ramah disabilitas di Sumbar masih terbatas.

Bimtek tersebut terlaksana berkat kerja samar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan DP3AP2KB Sumbar dan Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP). Diikuti peserta dari Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pasaman.

Kepala DP3AP2KB Sumbar, Erlin, menyampaikan bahwa sekitar 5 persen anak di Sumbar berkebutuhan khusus, sehingga perlu asesmen menyeluruh untuk memastikan intervensi yang tepat.

“Ya, Pemprov memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada orang tua anak berkebutuhan khusus. Negara wajib memberi perlindungan khusus bagi anak-anak hebat kita,” ujar Erlin.

Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi menegaskan, pemerintah berkewajiban memfasilitasi semua warga negara tanpa pengecualian. Ia mengakui bahwa perhatian publik lebih banyak tertuju pada masyarakat umum, sementara penyandang disabilitas kerap terpinggirkan.

“Kita pernah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk disabilitas, dan Pemprov berkomitmen terus memberi perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Arry.

Dalam kesempatan itu, Arry juga menyinggung rencana hibah satu unit kendaraan untuk Yayasan Raga CP guna mempermudah mobilitas terapis. Namun, bantuan tersebut belum terealisasi dan akan segera dituntaskan. Kerja sama Pemprov, Baznas, dan Raga CP juga tengah diproses agar segera bermanfaat bagi anak CP di Sumbar. (n-r-t)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved