arrow_upward

Sering Dilanyau Banjir, Warga Padang Sarai Berharap Perbaikan Drainase

Senin, 28 Juli 2025 : 23.22

 

Ketua DPRD Sumbar, Muhidi saat pertemuan dengan masyarakat di Masjid Inayah, Padang Sarai,  Koto Tangah, Pasang, Senin (28/7/2025). (humasdprdsb)

 

PADANG, ANALISAKINI.ID—Sejumlah titik di Kota Padang, masih saja menjadi langganan banjir. Masyarakat pun resah, persoalan yang sudah menahun. Dan, hal itu pulalah yang dikeluhkan masyarakat Padang Sarai, Koto Tangah, yang acap terdampak banjir. Mereka meminta pemerintah untuk segera memperbaiki saluran drainase di kawasan itu. 

Keresahan warga itu tumpah saat Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menggelar pertemuan dengan warga setempat di Masjid Inayah, Padang Sarai,  Senin (28/7/2025).

Banyak hal lain yang disampaikan, tapi masalah banjir memang menjadi keluhan utama masyarakat saat pertemuan tersebut. 

Salah seorang warga mengatakan, saluran air sepanjang 600 meter dari kawasan Padang menuju Batang Anai, kini tidak mampu lagi menampung debit air saat hujan deras. Alhasil, banjir di sejumlah kompleks perumahan pun tak terelakkan.

“Ya, sudah bertahun-tahun kami terdampak banjir karena drainase yang tidak berfungsi maksimal. Makanya, kami berharap saluran air ini dapat diperbaiki agar air tak lagi meluap, banjir bisa diredam,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Selain masalah banjir, warga juga meminta dibuatkan kolam ikan produktif agar bisa menjadi tambahan sumber pendapatan mereka. Warga lainnya meminta sokongan untuk  kegiatan sosial-keagamaan yang digerakkan oleh kelompok seperti Bundo Kanduang.

Yang jelas, dalam dialog tersebut, warga juga menekankan pentingnya perhatian pada pemberdayaan UMKM dan peningkatan sumber daya manusia (SDM), terutama kelompok wanita tani (KWT) dan pelaku usaha kecil lainnya. Mereka meminta agar program-program pemberdayaan lebih konkrit dan menyasar kebutuhan kelompok secara langsung.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua DPRD Sumbar Muhidi menyatakan akan menindaklanjuti semua usulan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD dan berkoordinasi dengan OPD teknis terkait. Usulan yang telah disampaikan diharapkan dapat masuk dalam program prioritas pemerintah daerah ke depan.

Seperti diketahui, pertemuan tersebut dalam rangka reses perseorang masa sidang ketiga tahun 2025. Kontan, dialog yang penuh kekeluargaan itu menjadi ruang terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat untuk membahas solusi persoalan daerah secara langsung dan partisipatif. (n-r-t)

 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved