arrow_upward

Dikunjungi Ketua DPRD Muhidi, Warga Batipuh Panjang Berharap Alsintan

Senin, 17 Februari 2025 : 23.58

 


Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, saat pertemuan dengan masyarakat Batipuh Panjang, Koto Tangah, Kota Padang dalam agenda reses perseorangan, Senin (17/2/2025) malam. (humasdprdsb)

PADANG, ANALISAKINI.ID—Sejumlah harapan warga tumpah saat Ketua DPRD Sumbar jemput aspirasi masyarakat di Batipuh Panjang, Koto Tangah, Kota Padang, Senin (17/2/2025) malam, sekaitan reses perseorangan masa sidang kedua tahun 2024-2025. 


Bertempat di Masjid AL Muhajirin di daerah setempat, Ketua Muhidi melakukan edukasi terkait mekanisme pengajuan usulan kebutuhan masyarakat hingga menampung aspirasi terkait kebutuhan alat mesin pertanian (Alsintan). Seperti mesin bajak untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

"Ya, secara undang-undang, DPRD memiliki fungsi membahas anggaran. Jika unsur pemerintah mulai dari lurah,camat, walikota hingga gubernur ingin menbelanjakan anggaran daerah, harus melalui persetujuan DPRD," ungkap Muhidi.

Dia mengatakan, jika masyarakat memiliki usulan anggaran untuk kebutuhan daerah, maka perlu disampaikan pula melalui rembuk warga hingga ke tingkat yang lebih tinggi pada pemerintah kota. Namun ada cara lain untuk pengusulan, yaitu menyampaikan langsung kepada anggota dewan sebagai perwakilan masyarakat. 

Katanya, usulan itu akan diakomodir melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) yang berupa kegiatan. “Seperti pembangunan masjid, infrastruktur jalan, bantuan untuk kelompok tani, hingga pelatihan pemberdayaan UMKM," katanya.

Menurut Muhidi, untuk jadwal pengusulan tahun 2025 telah dilakukan di awal tahun 2024, jika yang sekarang bisa diakomodir pada tahun 2026. Jadi pengusulan mesti dilakukan awal tahun, dan kalau sudah ada proposal yang memadai maka bisa diterima untuk diusulkan melalui Pokir.

Juhariah, salah seorang warga setempat, mengatakan, pihaknya memiliki kelompok tani (Keltan) di daerah Batipuh Panjang. Dan, kebutuhan alsintan mesin bajak sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil produksi.

Terkait itu, Muhidi mengatakan, untuk bantuan alsintan harus memiliki kelompok dan tidak bisa perorangan. Jika memenuhi syarat maka bisa diakomodir dan dimasukkan dalam perencanaan keungan daerah tahun depan.

Seperti diketahui, reses anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat masa persidangan kedua tahun 2024-2025 dimanfaatkan untuk kunjungan secara perorangan ke daerah pemilihan masing-masing. Sebanyak 65 anggota dewan dari delapan daerah pemilihan akan bertemu dengan konstituen masing-masing untuk menjemput aspirasi yang akan diperjuangkan untuk diwujudkan ke dalam program pembangunan daerah. (n-r-t)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved