arrow_upward

Ketua DPRD Sumbar Supardi: Filantropi Bisa Menjadi Penggerak Kesejahteraan Sosial

Kamis, 02 Mei 2024 : 22.42

 

Ketua DPRD Sumbar Supardi dan nara sumber lainnya saat Pertemuan Filantropi Angkatan II Kota Payakumbuh yang digelar 30 Maret hingga 2 Mei lalu di Bukittinggi. (ist) 

BUKITTINGGI, ANALISAKINI.ID—Filantropi, sebentuk cinta kasih (kedermawanan dan sebagainya) kepada sesama, erat kaitannya dengan budaya Minangkabau yang suka memberi dan membantu. Ini perlu diefektifkan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat. 

“Ya, filantropi bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujar Ketua DPRD Sumbar, Supardi, saat menjadi narasumber acara Pertemuan Filantropi Angkatan II Kota Payakumbuh yang digelar 30 Maret hingga 2 Mei lalu di Bukittinggi. 

Menurut Supardi, amat banyak persoalan yang harus segera diselesaikan di Sumbar, termasuk pula Payakumbuh tentunya. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun bisa pula dalam bentuk partisipasi aktif masyarakat. 

Betapa tidak, katanya, tengoklah tingkat kriminalitas di Payakumbuh, misalnya, ternyata naik dibanding tahun sebelumnya. Ini merupakan data kepolisian. 

Lalu, tingkat pertumbuhan ekonomi Payakumbuh berada pada rangking delapan dari 19 kabupaten/kota di Sumbar.

"Sementara kalau di kategori kota, Payakumbuh pun dinilai rendah, yakni nomor lima dari total tujuh kota di Sumbar," ujarnya. 

Kata Supardi, pertumbuhan ekonomi Sumbar saat ini berada di urutan kelima dari total 10 provinsi di Sumatera. Secara umum capaian Tahun 2023 ini meningkat dibanding dua tahun lalu dimana Sumbar berada di urutan ke delapan. Namun ini masih rendah jika dibanding dengan rata-rata pertumbuhan nasional, yang berada di angka lima persen. Bahkan itu juga berada di bawah target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Sumbar yang seharusnya 4,8 atau 4,9.

Dia menilai pertumbuhan ekonomi Sumbar akan bisa terus merosot jika tak ada terobosan. Termasuk akan semakin turun jika tol di Sumbar tak kunjung usai. Sumbar akan semakin tertinggal dibanding daerah-daerah yang sudah terhubung tol seperti Lampung, Riau, Medan dan provinsi lainnya. 

Katanya, pertumbuhan ekonomi Sumbar, termasuk Payakumbuh erat kaitannya dengan perdagangan dan ini membutuhkan persaingan kemudahan transportasi serta distribusi, jika ada tol tentu lebih mudah. “Ini sebuah keharusan," tegasnya. 

Menurut Supardi, persoalan lainnya di Payakumbuh yakni tingginya tingkat pengangguran. Payakumbuh berada di nomor tiga dengan jumlah pengangguran terbanyak dibanding kota-kota lainnya di Sumbar. "Ini persoalan yang harus diselesaikan, dimana pengangguran, kemiskinan itu sangat berpengaruh pada kesejahteraan sosial. Ini menjadi PR  ke depan," sebut politisi Gerindra tersebut. 

Selain itu, permasalah judi online juga sudah mengkhwatirkan karena telah menjadi candu. Banyak mahasiswa, termasuk mahasiswa asal Payakumbuh yang tersangkut biaya pendidikan karena judi online. 

Bahkan berdasarkan data pemerintah pusat, penggunaan narkoba di area pedesaan, Sumbar tergolong daerah terbanyak dan itu tertinggi ada di Payakumbuh. 

Belum lagi maraknya anak sekolah menghirup lem. Padahal, menurut Supardi dampaknya lebih cepat merusak ketimbang narkoba. 

 

Untuk itulah, Supardi berharap lembaga seperti filantropi bisa jadi motor penggerak yang membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan ini. Termasuk kehadiran tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, bundo kandung penting berada menjadi penggiat filantropi ini. 

Pertemuan dan bimtek filantopi ini semoga menjadi salah satu usaha kita dalam mengubah daerah, terutama Kota Payakumbuh. “Semoga pertemuan filantropi ini bisa menjadi persiapan dan gerakan kita untuk perbaikan," katanya. 

Sementara, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Sumbar, Rumainur mengatakan, acara ini memang menjadi salah satu upaya mewujudkan kesejahteraan sosial. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan tercipta peningkatan wawasan penggiat filantropi terhadap kesejahteraan sosial masyarakat. (n-r)

 


 

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved