arrow_upward

Reuni FPUA ’92 Kebersamaan Kian Kental, Banyak yang Mamacik Ternyata

Senin, 26 Desember 2022 : 18.31
Alumni FPUA Angkatan 92, reuni menjemput kenangan, setelah 30 tahun. (ist).

Padang, Analisakini.id-Tiga dekade bukanlah waktu yang singkat untuk merajut silaturahmi. Namun dengan keteguhan dan semangat kebersamaan, rentang waktu tersebut bukanlah penghalang bagi keluarga besar alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (FPUA) angkatan ’92 untuk terus menjalin kebersamaan baik dalam suka dan duka.

Mengambil tema ” 30 tahun menjemput kenangan dalam jumpa” sekitar seratusan alumni FPUA ’92  bertempat di Lubuk Minturun  menggelar acara reuni selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu (24-25/12/2022).

Acara yang diramaikan oleh alumni berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu diisi oleh sejumlah hiburan dan permainan kelompok. Apalagi proses acara itu telah ditata secara apik oleh EO Mancakrida yang dikelola oleh generasi milenial, benar-benar menggoda dan menggiurkan.

Sebagian kecil srikandi FPUA '92. Mana intaianmu? (ist)

Di samping hiburan juga  diisi oleh renungan dan doa bersama bagi kawan kawan seangkatan yang telah menghadap sang Khalik. Sehingga suasana keakraban dan keharuan semakin kental terasa.

Pada kesempatan itu, Ketua Alumni FPUA ’92 Timeldi Sadar menyampaikan tujuan dari gelaran reuni ini merupakan upaya memperkokoh silaturahmi yang telah terbina selama ini.  

Bahkan diharapkan, dengan semakin kokohnya silaturahmi tersebut dapat ditingkatkan lagi dengan kepedulian sosial terutama dalam keluarga besar FPUA ’92. 

Di samping itu menurut Timeldi, acara tersebut juga kelanjutan dari “Reuni Perak” yang telah digelar lima tahun silam. 

Temu alumni tersebut, juga penuh canda dan tawa mengingat masa silam. Masa-masa di kampus hijau. Kisah saling 'maintai" antara kawan seangkatan, kakak angkatan dan adik angkatan. Bahkan ada di antara mereka yang jadi. 

"Cerita lama penuh kenangan yang tak  hilang dari ingatan. Semoga silaturahmi kami ini terus terbina sampai tua. Pokoke, angkatan 92, tiada duanya," tambah Yulius Putra, wiraswasta yang dulu sempat menjadi komandan wartawan di harian Padang Ekspres dan Posmetro.

Tiga lakon FPUA '92. Siapa mereka?

Alumni FPUA '92 ini, banyak yang jadi orang. Beragam profesi dan disegani pula. Mamaciklah. Antara lain Gusti Candra (Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari), Husnain, Ph.D (Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Kementan), Saidani (Wakil Ketua DPRD Tanah Datar), Ibnu Azis (Anggota DPRD Bukittinggi), Syafruddin, Nofendra, Hendra Nova Husni (profesional perkebunan), Ade Candra dan Farid Zulfikar (aktivis LSM).

Ada juga yang jadi pengusaha, seperti Timeldi Sadar yang juga Ketua Angkatan 92, Reny Asdianty (pengusaha properti), Candri Andi dan lainya. Yang jadi dosen, cukup banyak Ifmalinda, Eka, Ani, Yuni (dosen FPUA dan Politani), Dona Savitri (Kepala BPN Limapuluh Kota) dan lainya. 

Hamzah Bonar, sang gitaris handal FPUA kini Polhut senior, Amrizal (pengusaha sekaligus ASN) dan profesional di PT Semen Padang (Nurwan). "Beragamlah. Dengan beragam ini, kami kuat lho,Nggak percaya? Ke sinilah" tambah Nurwan sambil memperlihatkan pangkal lengannya yang besar itu.

"Bagarah nyeh. Jan serius lo, hehe," tambah aktivis KOMMA FPUA ini sambil menyembunyikan kembali pangkal lengannya di balik lengan bajunya. (rel)




Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved