arrow_upward

Mapankan Kesiapsiagaan Masyarakat, Pemko Padang Gelar Pelatihan Hadapi Bencana dengan UNESCO-IOC

Selasa, 13 Desember 2022 : 15.18
Kalaksa BPBD Padang Endrizal.


Padang,  Analisakini.id- Pemerintah Kota Padang saat ini mendapat kunjungan dari UNESCO-IOC, hal itu bertujuan untuk memperisiapkan masyarakat Kota Padang dalam mengevakuasikan diri menghadapi bencana Tsunami. "Dengan rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat agar sadar, peduli, dan tanggap dalam mengatasi bencana,".

Hal itu disampaikan oleh Endrizal Kalaksa BPBD Kota Padang Saat wawancaranya di Kantor Kecamatan Padang Utara, Minggu (11/12/2022).

Endrizal mengatakan Kota Padang salah satu daerah yang berpotensi bencana tsunami, dengan demikian Pemerintah berkolaborasi dengan UNESCO-IOC dalam menggelar pelatihan terhadap masyarakat Kota Padang.

"Dengan rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat agar sadar, peduli, dan tanggap terhadap bencana," katanya.

Beliau juga mengungkapkan di tahun depan pemerintah akan terus menerus melaksanakan pelatihan kesiapsiagaan tersebut, sehingga itu akan mampu berdampak kepada masyarakat dalam mengatasi bencana.

"Pelatihan kesiapsiagaan ini akan rutin dilakukan agar masyarakat mampu mengatasi bencana ini, dan kegiatan ini juga termasuk dalam misi Pemko Padang pada RPJMD 2019-2024 ," ungkapnya.

Acara itu dihadiri oleh Endrizal Kalaksa BPBD Kota Padang, Ardito Head Of IOTIC/UNESCO, Pagara Camat Padang Utara serta jajarannya, BMKG Sumatera Barat serta masyarakat sekitar yang mengikut sosialisasi itu.

Di sisi lain Pagara Camat Padang Utara menuturkan bahwa pelatihan kesiapsiagaan dari UNESCO ini sangat bermanfaat, ditambah dengan kawasan Padang Utara yang terletak ditepian pantai.

"Alhamdulillah... dari 104 Kelurahan yang ada di Kota Padang namun yang menjadi pilot projeknya ada 2 kelurahan yaitu Kelurahan Purus dan Kelurahan Lolong Belanti," tutur Camat Padang Utara tersebut.

Beliau berharap dengan pelatihan ini masyarakat khususnya di Kota Padang akan siap dan termudahkan dalam mengatasi bencana, hal itu juga mampu memberikan dampak kepada masyarakat agar tidak ada korban ketika bencana itu terjadi.

Sementara itu saat sosialisasi Ardito M. Kodijat mengatakan dalam penyelamatan diri masyarakat harus memperkirakan kecepatan dalam evakuasi yang akan datang.

"Kita tidak tahu berapa besar gelombang tsunami yang akan datang, untuk itu kita harus lebih cepat untuk evakuasikan diri, lebih baiknya lebih cepat," kata Head Of IOTIC/UNESCO itu.

Beliau juga menjelaskan ketika terjadi bencana gempa bumi tentu akan mengalami reruntuhan bangunan serta jalan rusak, sehingga kita harus melatih masyarakat terhadap hal tersebut.

"Kita tidak tahu sekuat apa gempa yang akan terjadi, banyak bangunan yang akan hancur seperti : pepohonan tumbang, tiang listrik tumbah bahkan bisa jadi gedung evakuasi bisa runtuh, untuk itu kita harus rutin dalam melatih masyarakat dalam penyelamatan diri,"jelasnya.

Ditambahkannya pemerintah harus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk mempermudahnya dalam mengevakuasikan diri dalam mengatasi bencana yang akan terjadi.

"Kita harus membuat informasi jalur peta evakuasi kepada masyarakat, jika perlu sebarkan selalu di media sosial, baliho, dan lain -lainnya," tutup dia. (ham)

Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved