arrow_upward

KETERSEDIAAN BERAS DI PASARAN AMAN, Kementan: Jangan Terpengaruh Isu Impor

Rabu, 28 Desember 2022 : 19.53
Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati bersama Kadis Pangan Sumbar Efendi, Plt. Kadisbuntahor Sumbar Ferdinal Asmin, Kadis Perdagangan Padang S. Barkah dan pejabat lain, usai melakukan penderasan beras di Pasar Raya Padang, Rabu (28/12). (effendi).

Padang, Analisakini.id-Ketersediaan beras di pasaran dipastikan aman menjelang libur Tahun Baru 2023. Kepastian itu terungkap setelah jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) sidak ke sejumlah pasar di Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (28/12). Kementan juga melakukan penderasan (menyalurkan dengan cepat dan segera) beras dalam negeri ke sejumlah pasar.

"Persediaan beras aman. Apalagi kita juga lakukan penderasan beras ke pasaran," kata Direktur Pembiayaan Ditjen Sarana dan Prasarana (PSP) Kementerian Pertanian, Indah Megahwati usai secara simbolis melakukan penderasan beras di Pasar Raya Padang.

Menurut dia, penderasan beras yang dilakukan di Pasar Raya Padang dan pasar lainnya di Sumbar bertujuan memastikan stok beras terutama beras dalam negeri terkendali saat libur Nataru. 

Penderasan beras dilakukan karena sebelumnya dia bersama rombongan telah melakukan monitoring ke Pasar Raya Padang dengan temuan yakni kenaikan harga beras.

“Jadi penderasan beras yang kita lakukan ini memastikan stok beras tetap terjaga di pasaran dan juga memastikan harga beras tidak lagi mengalami peningkatan,  karena untuk beras medium harga pembelian pemerintah atau HPP Rp9.800 sedangkan yang dijual di pasar sudah Rp10.200,” jelas Indah yang didampingi Kepala Dinas Pangan Sumbar Efendi, Plt. Kadisbuntahor Sumbar Ferdinal Asmin dan Kadis Perdagangan Padang, S. Barkah.

Bahkan tidak hanya Sumbar, secara nasional pun, ketersediaan beras juga mencukupi dan alami surplus. Oleh karena itu, jajaran Kementan minta masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras jelang libur Tahun Baru 2023.

"Kita tidak pernah impor beras dalam tiga tahun terakhir. Dan belakangan, banyak isu berkembang, kita lakukan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sekali lagi, itu tak benar, ketersediaan dan konsumsi beras untuk dalam negeri cukup," jelasnya.

Indah juga tidak menampik, impor beras dilakukan oleh lembaga/instansi lain, tapi bukanlah untuk dikonsumsi, melainkan sebagai cadangan pangan yang biasanya didrop ke daerah yang ditimpa bencana atau gagal panen besar-besaran. 

Indah dan rombongan tidak saja memastikan ketersediaan beras di pasaran, juga meninjau sejumlah Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilangan padi. Salah satu yang dikunjungi adalah RMU Anto di kawasan Pasar Ambacang, Kuranji, Padang.

Direktur Pembiayaan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Indah Megahwati dialog dengan Anto, pemilik mesin penggiling padi di Pasar Ambacang, Kuranji, Padang. Ikut mendampingi Kadis Pertanian Padang Syahrial, Kadis Kelautan dan Pangan Padang Guswardi dan Kadis Perdagangan Padang, S. Barkah. (deswandhy).

"Ternyata stok padi banyak dan siap-siap digiling menjadi beras dan dilempar ke pasaran. Lega kita," kata Indah.

Pihaknya bersama RMU selalu memastikan pasokan beras lokal segera memenuhi kebutuhan beras di pasar yang ada di Sumbar. 

“Kami ingin beras lokal ini tetap terjaga pasokannya, dan memenuhi kebutuhan masyarakat, maka Kementerian Pertanian tidak lagi melakukan impor beras. Untuk itu kepada kelompok tani agar menyalurkan berasnya pada pasar induk dan tradisional yang ada di daerah,” katanya.

Anto kepada wartawan mengaku pihaknya tidak kekurangan padi dan mesin penggilangannya bisa menghasilkan 3 ton beras per hari. Padi didatangkan selain dari dalam kota Padang, juga dari daerah tetangga. Pihaknya setelah proses penggilingan, segera melempar ke pasaran dan langganannya. "Tidak ada kita timbun dan segera kita distribusikan," singkat Anto.

Soal impor beras itu, Anto menyebut dirinya tidak setuju. Sebab, bisa menjatuhkan harga jual petani. Lagi pula ketersediaan melebihi kebutuhan, buat apa impor. "Jadi tolong pemerintah, bantulah petani dengan tidak melakukan impor," kata dia.

Dalam kunjungan itu, Indah didampingi Kadis Pertanian Padang Syahrial Kamat, Kadis Kelautan dan Pangan Padang Guswardi dan Kadis Perdagangan Padang, S. Barkah.

Indah dan rombongan juga melakukan hal serupa di Kabupaten Agam, untuk memastikan ketersediaan beras di pasaran dan di RMU. (ef)


Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved