arrow_upward

Laju Inflasi di Atas 8%, Presiden Jokowi Minta Jambi dan Sumbar Hati-hati

Selasa, 13 September 2022 : 09.01

 

Presiden Jokowi berbincang khusus dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Gubernur Jambi Al Haris di Istana Negara, Jakarta. (ist).

Jakarta, Analisakini.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan ada lima provinsi yang inflasi tinggi, dua provinsi di antaranya bahkan di atas 8%. Karena itu, ia meminta kepala daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Pusat dapat menurunkan inflasi ke bawah 5% hingga 3%.

Saat memberikan arahan pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi tahun 2022 di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/9/2022), Jokowi menyebutkan ada lima provinsi dengan laju inflasi di atas 5%. Dua di antaranya, berada di atas angka 8%.

Seperti dikutip dari beritasatu.com, kelima provinsi tersebut, Provinsi Jambi dengan inflasi 8,55%; Sumatera Barat dengan inflasi 8,01%; Bangka Belitung sebesar 7,77%; Riau sebesar 7,04% dan Aceh di angka 6,97%. Sedangkan inflasi nasional pada akhir Juli 2022 menembus angka 4,94% secara year on year (yoy).

Khusus untuk Provinsi Jambi dan Sumatera Barat, Jokowi meminta untuk hati-hati karena laju inflasinya sudah berada di atas 8%. “Jambi, Provinsi Jambi hati-hati sudah berada di angka 8,55%, Sumatera Barat berada di angka 8,01%,” kata Jokowi.

Untuk itu ia meminta kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun walikota di 5 provinsi tersebut agar melihat secara detail penyebab tingginya laju inflasi di daerah mereka masing-masing. Mereka harus segera bisa menurunkan laju inflasi ke angka dibawah 3%.

“Tolong ini dilihat secara detail, yang menyebabkan ini apa, agar bisa kita selesaikan bersama-sama dan bisa turun lagi di bawah 5%. Syukur bisa di bawah 3%,” ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan kembali kondisi dunia yang masih berada dalam keadaan yang tidak normal. Sehingga seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah harus bekerja dengan melihat secara makro dan mikro serta harus mengetahui detail angka yang pasti.

“Provinsi harus tahu posisi inflasi saya di angka berapa. Nanti saya ke daerah, saya tanya jangan gelagapan, enggak ngerti posisi inflasi provinsinya berada di angka berapa. Mana yang tinggi, mana yang pada posisi normal, mana yang pada posisi rendah, lihat,” tegas Jokowi. (***)


Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved