arrow_upward

Kekurangan, Menag Gus Yaqut Ajukan Tambahan Dana Haji Rp1,5 Triliun ke DPR

Senin, 30 Mei 2022 : 13.25

Menteri Agama RI, Gus Yaqut.

Jakarta, Analisakini.id-Pemberangkatan pertama jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi tinggal menghitung hari lagi. Berangkat pada 4 Juni 2022. Tapi persiapan haji masih belum tuntas ternyata.

"Ada kekurangan dana sekitar Rp 1,5 triliun bagi penyelenggaraan haji 1443 H/2022 M," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Senin (30/5/2022).

Gus Yaqut menerangkan, tambahan biaya tersebut dikarenakan adanya aturan baru dari Arab Saudi yang mengubah layanan menjadi sistem paket untuk masyair, yaitu hari-hari pada puncak ibadah haji yang meliputi ibadah di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armuzna). Gus Yaqut berharap Komisi VIII dapat menyetujui adanya tambahan anggaran tersebut.

Pelayanan haji 2022 ini, Saudi berlakukan sistem paket masyair dengan paket per jemaah 5.656,87 riyal. Di sisi lain anggaran yang disepakati pemerintah dan DPR pada 13 April hanya 1.531,02 riyal per jemaah. Sehingga kurang 4.125,02 riyal per jemaah atau keseluruhan 380.516.578,42 riyal atau Rp 1,463 triliun.

Selain untuk masyair Armuzna, Gus Yaqut mengungkap ada kekurangan dana terkait petugas haji daerah dan pembimbing KBIHU sebesar 2.388.412,83 riyal atau sekitar Rp 9,187 miliar. Kemudian kekurangan dana untuk biaya technical landing bagi jemaah haji yang berangkat dari Surabaya harus ke Soetta lebih dulu. Sehingga total kekurangan haji yakni sekitar Rp 1,5 triliun.

"Penerbangan Saudi khususnya Saudi Arabian Airlines diperlukan tambahan technical landing jemaah embarkasi Surabaya yang harus landing dulu di Soekarno-Hatta Rp 25,7 miliar. Serta selisih kurs Rp 19,2 miliar ," terang Gus Yaqut.

"Kami juga ajukan anggaran untuk pelayanan jemaah haji khusus yang menggunakan dana nilai manfaat setoran BPH khusus sebesar Rp 9 miliar," ungkapnya. (***)


Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved