arrow_upward

Buah dari Doa dan Kesabaran, Ibu Mainizar Dibantu Wako Hendri Septa Lewat Program Semata

Senin, 18 April 2022 : 22.50
Ketua TP PKK Padang Genny Hendri Septa ajak anak keluarga tak mampu yang masuk program SEMATA jalan-jalan. (ist).

Padang, Analisakini.id-Menyandang status janda dan tinggal  bertahun-tahun di sebuah gubuk yang reot bersama dua orang anaknya Marwan Jamal (20) dan Ade Nita (10), ternyata tak membuat Mainizar (51) menyerah dalam menapaki pahit getirnya kehidupan.

Berkat buah kesabaran dan doa yang terus dipanjatkannya kepada Allah SWT, akhirnya tibalah rahmat atau pertolongan yang tidak pernah ia duga-duga sebelumnya.

Pertolongan itu datang dari program Semata (Semalam di Palanta) yang diprakarsai Wali Kota Padang Hendri Septa.

Diketahui, proram tersebut digelar setiap Ramadhan dan pada Ramadan tahun ini memasuki jilid kedua di masa kepemimpinan sang Wali Kota.

Inilah rumah yang akan dibedah lewat program SEMATA.

"Alhamdulilllah, hari ini kita kembali melanjutkan program SEMATA jilid dua bagi keluarga yang ke enam di Ramadan 1443 H/2022. Insya Allah, bekerjasama dengan Baznas Kota Padang kita akan membedah rumah Ibu Mainizar agar menjadi layak huni untuk ditempati," ungkap Wali Kota Hendri Septa bersama Ketua TP-PKK Ny. Genny Putrinda dan rombongan sewaktu mendatangi kediaman Ibu Mainizar dan keluarga di kawasan Kampuang Koto No.17 RT 03 RW 02, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Minggu (17/4/2022) sore.

Setelah dikunjungi dan dilihat kondisi rumahnya, Ibu Mainizar dan dua anaknya pun langsung diajak Wali Kota menuju Palanta Kediaman Resminya, Jl. A. Yani No.11.

Sementara di tengah perjalanan mereka diajak bermain menikmati indahnya Pantai Padang. Dimana sebelum itu masing-masingnya pun dibelikan sepatu baru di Toko Idola JL. Hiligoo No. 52 oleh Ketua TP-PKK Padang Ny. Genny Putrinda. 

Wako Hendri Septa menyebutkan, setiba di Palanta keluarga yang mendapatkan bantuan lewat Program Semata ini diajak berbuka puasa bersama dan bermalam selama sehari hingga esoknya sahur bareng dirinya dan keluarga. Setelah itu rumahnya juga akan dibedah menjadi layak huni.

"Melalui program Semata kita hanya ingin memberikan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga kita yang kurang mampu. Hal ini sesuai sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan kaum dhuafa atau orang miskin adalah orang-orang yang sangat dicintai Rasulullah SAW," jelas Wali Kota agamis tersebut.

Wako Padang Hendri Septa menuju rumah penduduk tak layak huni untuk direhab dalam program SEMATA.

Lebih jauh sang Wali Kota milenial juga membeberkan dalam upaya membedah rumah tak layak huni di Kota Padang memang tidak cukup lewat program Semata di bulan Ramadan.

Hal itu dikarenakan, berdasarkan data dari Dinas Sosial Padang setidaknya terdapat warga kurang mampu di Kota Padang yang lebih kurang mencapai 120 ribu kepala keluarga (KK).

"Maka itu kita sangat berharap lewat program Semata ini turut mampu mengetuk banyak pintu hati lainnya untuk bisa saling peduli pada warga dhuafa di Kota Padang seperti yang masih tinggal di rumah yang tak layak huni. Baik dari unsur BUMN/BUMD, perusahaan swasta dan pemangku kepentingan lainnya. Semoga dengan kebersamaan upaya tersebut dapat berjalan lebih optimal dan semakin banyak warga kurang mampu di Kota Padang yang kita bantu," pungkas Wako Hendri berharap.

Sementara itu saat ditemui Mainizar mengaku terharu dan sangat bahagia mendapatkan bantuan dari program Semata tersebut.

Ia pun merasa seperti mimpi bahkan tak mampu mengungkapkan kata-kata selain bersyukur kepada Allah SWT.

“Alhamdulillah kami sekeluarga berterima kasih sekali kepada Pak Wali beserta Istri dan bapak ibu semua yang membantu kami melalui program Semata ini. Kita diajak ke Palanta bermain di sini, berbuka puasa bersama, tidur dan esoknya sahur di sini bersama Pak Wali dan Keluarga. Kami pun juga dibelikan sepatu dan diajak bermain ke Pantai Padang. Si kecil Ade Nita sangat senang karena belum pernah sekalipun ke pantai ini," tuturnya.

Ketika ditanyai seputar kondisi dan aktivitasnya sehari-hari, Mainizar mengaku untuk menghidupinya kedua anaknya ia masih jauh dari kata mampu. Sementara dua anaknya Ikhsan Nurhakim (29) dan Nova Susanti (25) saat ini merantau mengadu nasib ke Jakarta. 

Sambil terisak tangis janda yang ditinggal mati suaminya itu mengaku tidak memiliki penghasilan tetap. Bahkan untuk sekadar bisa makan ia rela membantu memasak untuk menu makanan anak-anak Pesantren di salah satu daerah di Kecamatan Koto Tangah.

"Untuk ke sana saya pergi dengan sepeda. Perginya pagi pulangnya sudah malam," cetusnya dengan nada sedih.

"Untuk rumah kami atapnya sudah banyak yang bocor dan sewaktu hujan turun air hujan pun membasahi kita. Begitu juga sewaktu cuaca panas kami kepanasan di dalam rumah. Saya selalu meminta anak-anak sabar dan terus berdoa kepada Allah SWT. Alhamdulillah doa itu akhirnya terwujud di bulan Ramadan yang mulia ini," imbuhnya menceritakan.

Turut hadir mendampingi Wali Kota Padang dalam kesempatan itu di antaranya Kepala Dinas Sosial Ances Kurniawan, Kepala BKPSDM Arfian serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ferri Erviyan Rinaldy. 

Selain itu juga terlihat Staf Ahli Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Alfiadi, Kabag Kesra Fuji Astomi, Kabag Umum Bobby Firman dan Kabag Prokopim Amrizal Rengganis. 

Juga hadir Wakil Ketua IV Baznas Padang Darmadi, Ketua DPC HKTI Padang Dafrawira De Hansen, Camat Nanggalo Magdalena beserta lurah dan elemen masyarakat setempat.(ef)

Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved