arrow_upward

Gubernur Mahyeldi : Manajemen Bank Nagari yang tak Setuju Konversi ke Syariah Silahkan Mundur

Senin, 07 Maret 2022 : 20.30
Gubernur memberikan sambutan kegiatan Subuh Mubarokah bulanan ASN lingkup Pemprov Sumbar, di Masjid Raya Sumbar, Minggu (6/3). (ist)

Padang, Analisakini.id-Gubernur Sumbar Mahyeldi mengendus ada sejumlah manajemen Bank Nagari yang tidak setuju dengan konversi ke syariah. Untuk itu, mereka diminta mengundurkan diri saja.

Hal itu disampaikan gubernur saat memberikan sambutan kegiatan Subuh Mubarokah bulanan ASN lingkup Pemprov Sumbar, di Masjid Raya Sumbar, Minggu (6/3/2022).

Dikatakannya, langkahnya untuk mengkonversi Bank Nagari menjadi bank syariah sudah sejalan dengan komitmen Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah pada tahun 2024. Oleh sebab itu komitmen itu disambut baik oleh Pemprov Sumbar. Konversi PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Barat atau Bank Nagari jadi perbankan syariah menjadi salah satu program utama untuk mendukung hal tersebut.

Namun sepertinya rencana ini belum maksimal dijalankan oleh manajemen bank nagari, karena masih ada beberapa oknum manajemen bank nagari yang berupaya agar hal ini tidak terlaksana. 

Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi secara tegas menyatakan, bagi manajemen yang tidak setuju terhadap konversi Bank Nagari menjadi bank syariah, sebaiknya segera mengundurkan diri.

Menurutnya, keinginan konversi sudah ada sejak periode kepemimpinan gubernur Irwan Prayitno. Kemudian diperkuat lagi pada periode kepemimpinannya saat ini. Apalagi, menurut gubernur konversi ini merupakan wujud nyata dukungan Sumbar terhadap keinginan Presiden RI untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah.

"Kita sudah putuskan bahwasanya

bank umum nagari dikonversi menjadi bank umum syariah. Itu sudah diputuskan. Maka saya harap, jajaran direksi dan komisaris tidak ada berfikiran lain dibalik itu, kalau ada, berarti tidak sama semangatnya," ujar gubernur.

"Karena itu hari ini saya tegaskan jika seandainya ada jajaran Bank Nagari yang berfikir lain dari yang telah diputuskan, sebaiknya mundur saja," tegasnya.

Penegasan ini disampaikan gubernur karena mengetahui masih adanya pihak manajemen bank nagari yang berusaha melakukan lobi agar konversi bank syariah tidak usah direalisasikan.

"Masih ada juga yang melobi-lobi. Kalau ada yang seperti itu, silahkan lapor, akan saya berhentikan. Sebab pada masa Pak Irwan dulu tahun 2019 juga sudah diputuskan, saat saya gubernur ini ditegaskan lagi, jadi tidak ada cerita lain lagi," sambung gubernur.

Ditambahkan gubernur, dukungan pengembangan ekonomi syariah khususnya konversi bank tersebut telah mendapat dukungan dari banyak pihak, khususnya dari para perantau dan pengusaha. Bahkan disampaikan, ada pengusaha Minang yang usahanya ada di seluruh kabupaten di Indonesia dan luar negeri, ingin menaruh uangnya di bank nagari.

Oleh sebab itu, di hadapan ratusan ASN yang hadir dalam kegiatan wirid bulanan tersebut, gubernur meminta dukungan dari masyarakat Sumbar, untuk mewujudkan misi pemerintah pusat, menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah pada  2024.(***)


Bagikan

Terbaru

Copyright © Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved