arrow_upward

Wagub Sumbar Audy Joinaldy Sidak ke PSKW Andam Dewi, Ini yang Ditemukan

Senin, 06 Desember 2021 : 17.00

 

Wagub Sumbar Audy Joinaldy, Kadis Sosial Jumaidi, pengelola panti dan para kelayan. (effendi).

Sukarami, Analisakini.id-Sore itu, mobil berplat B 2 meluncur ke kawasan Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi Sukarami Solok. Tak lama turun Wagub Sumbar Audy Joinaldy dan disambut Kepala Dinas Sosial Jumaidi dan beberapa pengelola panti. 

"Sejuk dan tenang," kata Wagub Audy sambil berjalan menuju ruang perkantoran PSKW yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Sumbar.

Para kelayan juga berkumpul di teras di ruangan praktik. Sore itu, mereka santai. Tidak ada aktivitas.

Di kawasan PSKW itu tampak asri. Beberapa pohon pelindung menghiasi kawasan tersebut. Selain perkantoran, asrama, mushalla, ruang makan, ruang pelatihan dan lainnya, juga dilengkapi sarana olahraga dan lahan terbuka yang bisa ditanami tanaman muda. Pun juga usaha ternak ikan.

"Areal itu bisa ditanami cabe, bawang dan tanaman lainnya. Cocok di sini, masih dataran tinggi. Nanti saya minta Dinas Pertanian mengisinya. Begitu juga Dinas Kelautan dan Perikanan," kata Audy.

Wagub yang didampingi Kadis Sosial Jumaidi, Kepala TU PSKW Ermansyah, sidak. Asrama tempat kelayan tidur ditinjau. Wagub memastikan, apakah pelayanan di sana benar-benar nyaman dan membuah betah kelayan.

Asrama cukup rapi dan bersih. "Pajang juga ayat-ayat di setiap pintu kamar dan di pintu kamar. Ayat kursi dan surat-surat pendek," kata Wagub kepada Ermansyah. Ermansyah siap melakukan saran rancak Wagub.

Wagub juga meninjau tempat praktik, sarana olahraga, ruang makan kelayan. Cukup lama juga Wagub berkeliling di kawasan PSKW itu. Wagub tidak ingin, selama dalam rehabilitasi, para kelayan diabaikan. Tapi dibina mental spritual dan tentu saja, keterampilan.  

Wagub juga meminta pola rehabilitasi dan pembinaan kelayan di sana, harus benar-benar terarah dan setelah keluar dari sini tidak kembali ke dunia lamanya.

"Kita semua punya masa lalu, baik positif maupu negatif. Sekarang kita menatap masa depan. Perlakuan dengan sangat baik dan berikan keterampilan yang siap mereka terapkan kelak," pesan Wagub.

Usai keliling dan sidak, Wagub Audy, Kepala Dinas Jumaidi dan para pengelola PSKW Andam Dewi serta para kelayan berfoto bersama di sana. 

40 Kelayan

Kepala Dinas Sosial Jumaidi didampingi Ermansyah mengatakan penghuni panti ada 40 kelayan. Sesuai SOP-nya, waktu normal pembinaan kelayan bisa adalah selama 6 bulan. Namun waktu yang dibutuhkan bisa saja lebih lama. Hal itu tergantung perubahan mental yang dialami oleh masing-masing kelayan.

"Jika yang bersangkutan telah menunjukkan sikap atau perubahan mental yang lebih baik, maka ia bisa saja dipulangkan setelah enam bulan berada di dalam panti. Namun ada pula yang mencapai delapan bulan atau lebih. Karena sikapnya kita nilai belum berubah. Setelah ke luar dari sini, mereka juga dimodali berbagai peralatan untuk membuka usaha sendiri,"sebut Ermansyah.

Program pelayanan dan rehabilitasi sosial di sini meliputi memulihkan kondisi fisik, mental, psikis, sosial, sikap dan perilaku agar mereka mampu melaksanakan fungsi sosial secara wajar dalam kehidupan keluarga maupun dalam masyarakat.

Bahkan dalam kesempatan itu, Kadis Sosial Jumaidi pun bertanya langsung kepada kelayan terkait pelayanan di sana. Kelayan ternyata berasal dari beragam daerah, ada Lubuk Linggau, Jawa dan Minang.

Jumaidi pun lancar dialog dengan bahasa Jawa, Sunda dan Palembang apalagi bahasa Minang. Apa yang menjadi penekanan Wagub, Kadis Sosial kembali memastikan pelayanan di sana. "Laporkan kalau ada apa-apanya. Di sini kan pegawai yang mendampingi dan membina. Ada yang salah, pasti kita sikapi segera,' kata Jumaidi. (***)

Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved