arrow_upward

Jokowi Jawab Kritikan Anwar Abbas, Ini Tanggapan Politisi PAN

Kamis, 16 Desember 2021 : 18.59
Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si.

Jakarta, Analisakini.id-Anggota DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus memberikan apresiasi kepada Presiden Jokowi, secara spontan langsung memberikan tanggapan apa yang disampaikan oleh Buya Anwar Abbas dalam acara pembukaan Kongres Ekonomi Umat Islam II Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Menurutnya, apa yang disampaikan Dr. Anwar Abbas itu merupakan bentuk kepedulian beliau terhadap berbagai persoalan yang harus menjadi perhatian pemerintah. Tentunya masalah tersebut hendaknya perlu dilakukan perbaikan. 

"Hebatnya Anwar beliau mengkritik itu bukan lewat media tetapi menyampaikan langsung didepan Presiden pada acara pembukaan Kongres. Kriktikan dan saran yang disampaikan kepada Presiden jelas merupakan kritikan yang bersifat konstruktif demi kemaslahatan umat, bangsa dan negara," kata Guspardi Gaus.

Salah satu yang disoroti Pak Anwar yaitu tentang ketimpangan kepemilikan tanah dimana yang lebih banyak menguasainya adalah pihak swasta (pengusaha besar). 

"Keberpihakan pemerintah kepada sektor UMKM Mikro dan Ultra Mikro tentu menjadi perhatian yang sungguh-sungguh," ujar Guspardi saat dimintai tanggapannya oleh awak media, Kamis (16/12/2021).

Presiden Jokowi sengaja tidak jadi membaca bahan sambutan yang sudah disiapkan dan memilih menjawab kritik dari Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas yang disampaikan di sambutan sebelum dirinya. 

"Hal ini tentu memperlihatkan, Jokowi sebagai pemimpin yang tidak anti kritik dan menghargai perbedaan pendapat," tutur Politisi PAN ini. 

Bak gayung bersambut, saat giliran memberikan sambutannya, Jokowi menjawab pernyataan Anwar tersebut. Menurut Jokowi, pemerintah sangat serius  menangani masalah pertanahan melalui program reforma agraria. Sampai saat ini pemerintah telah membagi 4,3 hektare  dari target 12 juta hektar untuk masyarakat yang membutuhkan. 

Jokowi juga menyebut  pemerintah sudah  memiliki bank tanah dan akan mengambil HGU dan HGB yang ditelantarkan. 

"Bahkan Jokowi  mempersilahkan MUI jika ingin memiliki tanah silahkan datang kepada dirinya dengan catatan disertai dengan proposal dengan Feasiblity Study yang mendukung, " ulas anggota Komisi II DPR itu. 

Legislator asal Sumatera Barat ini menambahkan, terkait masalah UMKM Mikro dan Ultra Mikro sejatinya pemerintah telah melakukan program melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). 

Pada 2015, Jokowi mengatakan PNM itu baru bisa mengumpulkan 500 ribu usaha mikro usaha ultra mikro yang pinjamannya Rp 3-5 juta. Namun sekarang nasabahnya telah mencapai 9,8 juta. 

Dan Jokowi juga berjanji akan mengajak MUI untuk ikut meninjau kelapangan sejauh mana keberadaan program Mekaar yang di peruntukkan untuk UMKM Mikro dan Ultra Mikro. 

Oleh karena itu, diharapkan MUI dapat menangkap peluang yang diberikan oleh Jokowi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat. Dan peristiwa yang terjadi saat pembukaan Kongres Ekonomi Umat Islam 2 dapat bermakna positif dan menjadi momen untuk lebih merekatkan hubungan ulama dan pemerintah. 

"Karena dengan sejalan dan bersatunya " Ulama dan Umara" akan membuat negara menjadi lebih kuat, " pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut. (***)

Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved