arrow_upward

Di Sumbar, Optimis Beres Akhir Tahun ini, Irigasi Dibangun untuk Petani

Jumat, 19 November 2021 : 10.46

 

Kepala Dinas PSDA dan BK Sumbar Rifda Suriani memberikan penjelasan kepada Gubernur Mahyeldi lewat peta. (adpim). 

Padang, Analisakini.id-Akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 higga sekarang- meski sudah melandai kasusnya-, cukup banyak dana APBN maupun APBD direcofusing untuk penanganan bencana nonalam itu. Termasuk d sektor infrastuktur.

Tetapi yang sifatnya urgen dan untuk kemakmuran masyarakat, tetap diupayakan semaksimalnya. Seperti rehab irigasi yang rusak akibat bencana hingga yang sudah tidak maksimal lagi berfungsi.

"Irigasi ini adalah semata-mata untuk menyuplai kebutuhan air bagi petani dan masyarakat. Bapak Gubernur tidak ingin ada keluhan petani yang kekurangan air akibat irigasi tak berfungsi," kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar Rifda Suriani, kemarin di Padang.

Menurut Rifda, untuk memastikan kondisi irigasi di lapangan itu, pihaknya menerjunkan lebih 400 orang tenaga lapangan yang siap selalu melihat dan melaporkan kondisi irigasi. Tak berfungsi atau rusak, laporan diteruskan ke kantor Dinas PSDA dan BJK untuk kemudian difollow up. "Soal ini kita tanggulangi dengan BOP," sebutnya.

Menurut Rifda, konsekuensi dari kondisi alam Sumbar itu, menuntut kerja ekstra, melobi pemerintah pusat dan menyatukan niat dengan berbagai pihak, agar bisa membangun infrastruktur di bidang pengairan itu. "Kalau mengandalkan uang daerah saja, kapan selesainya. Masyarakat sangat berharap,"sebutnya.

Apalagi, provinsi Sumbar  ditetapkan sebagai salah satu provinsi cadangan lumbung nasional oleh pemerintah pusat, keberadaan irigasi yang benar-benar representatif bagi petani, adalah sebuah 
keharusan. Ini juga memotivasi pengambil kebijakan untuk berpikir, berbuat dan bertindak, guna merealisasikan niat mulia tersebut. Alhamdulillah, secara bertahap bisa dibangun.

Untuk tahun ini, setidak beberapa irigasi direhab di berbagai kabupaten/kota. Misalnya di Pasaman dan Pasaman Barar, di sana dilakukan rehab Daerah Irigasi (DI) Batang Tingkarang, Pasaman dengan dana Rp2,3 miliar, rehabilitasi D.I Kapar Ampu Pasaman Barat (IPDMIP) dengan dana Rp1,8 miliar lebih.

Di daerah Solok, rehabilitasi D.I Jaringan Irigasi Bandar Batang Lembang Kabupaten Solok - Kota Solok Rp1,1 miliar, rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sapan Kayu Manang Kabupaten Solok Rp1,4 miliar lebih, rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sungai Aro Solok Selatan Rp 1.4 miliar lebih.

Kemudian rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Sawah Padang Solok Selatan Rp 1,4 miliar lebih dan rehabilitasi Bendung Irigasi D.I Bandar Pekonina Kabupaten Solok Selatan (DAK) Rp 2,4 miliar lebih dan rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Batang Suliti Solok Selatan (DAK) Rp1,9 miliar lebih.

Di Pesisir Selatan juga dilakukan rehab irigasi yaitu rehab Jaringan Irigasi D.I Lubuak Sariak Pesisir Selatan dengan alokasi dana Rp 821 juta lebih, rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Talang Kemuning Jaya 
Pesisir Selatan dengan dana Rp828 juta lebih.

Berikutnya, rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Gunung Nago Padang dengan dana Rp1,1 miliar, rehabilitasi D.I Batang Lampasi, Limapuluh Kota - Kota Payakumbuh (IPDMIP) senilai Rp4,5 miliar lebih, rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Batang Sianok Kabupaten Agam - Kota Bukittinggi (DAK) senilai Rp1,7 miliar lebih dan rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Bandar Kubu Banda Kabupaten Agam - Kota Bukittinggi (DAK) senilai Rp1,9 miliar lebih.

"Ada beberapa lokasi lainnya. Hingga awal November ini, rata-rata sudah mencapai 60 persen pekerjaannya. Melihat progress di lapangan, Insyaallah bisa tuntas tahun ini dan dapat dimanfaatkan maksimal oleh petani kembali," sebut Rifda.

Rifda menyebut, rehabilitasi irigasi tersebut ada yang didanai oleh APBD Sumbar 2021, Dana Alokasi Khusus (DAK) KemenPURPR sampai IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program).

"Yang didanai lewat program IPDMIP ini juga dari KemenPUPR yang bertujuan mendorong pengelolaan irigasi secara integratif dan partisipatif dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang mengedepankan kemajuan sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani," sebut Rifda. (***)

Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved