arrow_upward

Pemko Padang Siapkan Lahan 8,1 Hektar untuk Pemakaman Baru di Lubuk Kilangan

Kamis, 23 September 2021 : 19.20

 

Kepala DLH Padang, Mairizon saat diseminasi informasi Dinas Kominfo Padang di Media Center Balaikota Aia Pacah, Rabu (22/9). (ist)

Padang, Analisakini.id-Lahan kuburan di Padang sudah hampir penuh, sehingga Pemko Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang tengah mempersiapkan lahan baru di Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) seluas 8,1 Hektar.

Hal itu ditegaskan Kepala DLH Padang, Mairizon saat diseminasi informasi Dinas Kominfo Padang di Media Center Balaikota Aia Pacah, Rabu (22/9).

Disebutkannya, jumlah makam di masing-masing TPU tersebut seperti Tunggul Hitam 23.271 makam, TPU Aia Dingin 2.778 makam dan TPU Bungus 1.719 makam.

"Kondisi TPU itu saat ini sudah mulai penuh, apalagi di TPU Tunggul Hitam yang sudah cukup lama penuh sehingga dilaksanakan tumpang sari. Yang agak longgar TPU di Bungus yang juga ada khusus pemakaman untuk yang meninggal karena covid-19,"ujar Mairizon. 

DLH Padang saat ini juga memaksimalkan pencapaian retribusi pemakaman. Karena masih Pandemi Covid-19, maka target pencapaian retribusi agak sulit dicapai. 

Biaya retribusi TPU selama ini dipungut Rp150 ribu setiap 2 tahun dan berdasarkan Perwako No.41 Tahun 2021 pemakaman jenazah Covid-19 gratis. Selanjutnya untuk di TPU Tunggul Hitam yang rata-rata sistem tumpang sari (dalam satu kuburan ada beberapa mayat) tetap dibayar satu mayat. Aturan pembayaran satu retribusi di TPU Tunggul Hitam itu sudah berlangsung sejak 2020.

Mairizon menuturkan, lahan pemakaman di perkotaan memang harus sudah diperluas, karena jumlah pemakaman yang sudah cukup padat. Oleh sebab itu, Pemko Padang mencari lahan baru.

Pada sisi lain, DLH Padang mengatakan, sampah/limbah medis yang tergolong limbah B-3 (bahan berbahaya dan beracun), terutama dari rumah tangga terus bertambah selama masa pandemi Covid-19 di Padang.

Selama ini sampah atau limbah medis yang tergolong B-3 (berbahaya) dikelola oleh Rumah Sakit dan Laboratoriim Unand. Dalam situasi pandemi Covid-19, jumlah sampah medis terus bertambah dan dikhawatirkan overload.

Ditambahkan, limbah B3 Covid-19 yang itu seperti  infus bekas, masker, botol vaksin, jarum suntik, pelindung wajah, perban, pakaian hazmat, APD, pakaian medis, sarung tangan, alat PCR, antigen dan alkohol swab. (***)

Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved