arrow_upward

Program IMA Mudahkan Analisa Isu Guna Mendorong Kemajuan Pembangunan Daerah

Minggu, 27 Juni 2021 : 10.36

 


Jakarta, Analisakini.id- Intelligence Media Analytics (IMA) merupakan sistem yang bekerja 24 jam secara real time, otomatis, dengan robot yang melakukan media monitoring untuk mengumpulkan content media online, cetak, dan TV. Kemudian media analysis memberikan kajian secara lengkap mulai dari timeline, influencers, media, sentiment, comparison, dan penelusuran terhadap detail terhadap obyek pemberitaan. 

Hal ini disampaikan Marketing Manager PT Indonesia Indikator Firmansyah saat membuka pelatihan teknis IMA dengan Tim Biro Adpim Setdaprov Sumbar, di Jakarta, Kamis (24/6/2021).

Firman katakan, semua dilakukan oleh software dengan kecerdasan (artificial intelligence) yang bisa belajar mengenali hal-hal baru dan melakukan analisis seperti manusia. Sistem mengambil dan mengelola miliaran data dari 7.500 lebih media online seluruh dunia, 120 media cetak, 8 stasiun televisi, social media Twitter, Facebook, Instagram, Youtube, yang diambil secara otomatis oleh robot.

"Secara aplikasi akan ditampilkan dalam bentuk Trending Topics, bisa secara umum ataupun spesifik yang menyangkut satu bahasan atau organisasi tertentu. Setiap saat dapat dilihat urutan issue yang terpenting berdasar kuantitas pembahasan issue tersebut di masyarakat, berdasar metode SNA (Social Network Analysis) dan statistik dari text mining," ujarnya.

Ia menambahkan media analysis adalah bagaimana kita bisa mengetahui media mana saja yang meliput satu kasus tertentu, berapa banyak coverage yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu dan streaming terbaru dari berita yang terkait.

"Mengenali influencers yang paling banyak mendominasi mengenai satu topik tertentu. Efektivitas dalam menangani impact ke public dengan counter issue maupun pendekatan ke pengamat yang paling berpengaruh. Influencer analysis bagaimana kita bisa mengetahui siapa saja yang menulis dan berkomentar atas satu kasus tertentu, berapa banyak coverage yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu dan streaming terbaru dari opini yang bersangkutan," ungkapnya.

Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan (Makopim) Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Zardi Syahrir, SH.MM dalam kesempatan itu juga menyampaikan, pelatihan pemanfaatkan aplikasi IMA Indonesia Indikator bagi tim analisa dan penyiapan materi pimpinan bagian dari upaya meningkatkan kinerja Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) pemerintah provinsi Sumatera Barat dalam melakukan analisa pemberitaan media terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah.

"Kemajuan teknologi informasi telah memberikan banyak dampak kemajuan dan percepatan dalam berbagai hal termasuk kemampuan media memberikan kecepatan dan jumlah pelaporan berita sebuah peristiwa yang terjadi dari ribuan media. Kita tidak lagi mampu menghitung dan menganalisa kesemuanya dalam waktu cepat untuk memberikan masukan kepada pimpinan. Teknologi aplikasi IMA Indonesia Indikator mampu membantu kita menghadapi kesulitan tersebut," kata Zardi.

Zardi juga sampaikan, selama ini memanfaatkan program IMA belum lagi maksimal dapat dilakukan sebagaimana mestinya. Ada banyak kesulitan selama ini terutama dalam sumberdaya manusia yang mampu mengembangkan ini semua. 

"Kita berharap pelatihan umum program aplikasi IMA Indonesia Indikator ini tim kerja Biro Adpim dalam analisa dan materi pimpinan saat dapat memberikan peningkatan pelayanan kepada pimpinan terutama dalam keakuratan dan menitoring pemberitaan media setiap saat," harapnya.

Zardi juga sampaikan, sesuai arahan Gubernur guna memajukan Sumatera Barat perlu melakukan pengembangan potensi daerah melakukan sinegritas dan kalaborasi dengan pemkab/ko se Sumbar dalam meningkatkan daya saing pemberitaan potensi daerah baik regional Sumatera maupun secara nasional.

"Sebaran pemberitaan potensi dan aktifitas pembangunan daerah belum merata di semua kabupaten dan kota di Sumbar. Ada daerah yang pemberitaan isunya cukup besar namun aktivitas potensi pembangunan daerah sangat sedikit. Ada pula pemberitaannya besar namun belum menyentuh sisi potensi pembangunan daerah yang tidak berdampak terhadap kemajuan aktivitas masyarakat," ungkapnya.

Zardi katakan idealnya peningkatan aktivitas pemberitaan media seiring dengan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat sebagai pelaku ikutserta dalam memajukan pembangunan daerah.

"Konsep besar pembangunan daerah terletak pada penyelenggaraan pemerintah daerah, dimana kepala daerah memiliki peran sebagai pembina, pengayom dan motivator dalam memajukan pembangunan daerah. Sinegritas dan hubungan yang harmonis penyelenggaraan pemerintahan dengan semua komponen pembangunan daerah tentu menjadi modal kuat memajukan daerah sesuai aturan yang berlaku. Media dan pemberitaan menjadi perekat menghubungkan semuanya, walaupun media disisi lain menjalan fungsinya sebagai kontrol sosial," jelasnya.

Kartiko Bramantio pelatih program IMA Indonesia Indikator juga menambahkan, program IMA mampu mengukur opini masyarakat terhadap suatu isu, tokoh, organisasi, program, kebijakan, dan issue lain. Analisis dilakukan oleh software secara otomatis, untuk menentukan apakah respon dari publik bersifat positif atau negatif terhadap kriteria yang diukur.

"Sistem akan secara otomatis menganalisis berita, laporan, dan masukan lain untuk menentukan sentiment masyarakat dan media terhadap isu yang ada. Meliputi pantauan terhadap sebaran issue utama dalam sudut pandang kewilayahan, untuk melihat penyebaran issue," ujarnya.

Bram juga menyampaikan program IMA juga memfasilitas map analysis antara lain, melihat isu yang ada di topik terpilih dalam skala harian, mingguan, bulanan, tahunan, melihat penyebaran isu di peta dalam skala Indonesia secara global, yang bisa di zoom in sampai level provinsi, kabupaten dan kota.

"Perbandingan antar topic untuk melihat volume liputan, influencer, media share, sentiment, serta peta penyebaran. Topic yang akan diperbandingkan bisa dipilih sampai 6 topic, yang dapat dibuat sesuai tema perbandingan," ujarnya.

Tim analisis Indonesia indikator juga akan membantu dalam pelaporan dan pencetakan terkait topik, mulai dari resume dashboard, sampai influencers, media, map, sentiment, issue, dan statement. Report dapat di export ke PDF, Microsoft Excel ataupun Microsoft Power Point yang memudahkan pengolahan lebih lanjut. 

"Reporting dapat dilakukan di workspace dengan shared users yang dapat melakukan pendefinisian report bersama-sama. Report bisa berupa daily report, weekly, monthly, yearly atau customized timeframe, yang dilakukan dengan mudah," pungkasnya.(***)

Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved