arrow_upward

Mengenal Calon Sekdaprov Sumbar, Hansastri Dulu Gagal di Lima Besar, Sekarang Bagaimana?

Rabu, 16 Juni 2021 : 16.40
Hansastri.

Padang, Analisakini.id-Kepala Bappeda Sumbar Hansastri adalah salah satu calon Sekdaprov yang masuk delapan besar. Mereka yang delapan orang itu, sudah mengikuti seleksi uji kompetensi yang melibatkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Lalu tes kesehatan, psikologis dan bebas narkoba. Tinggal menunggu hasilnya lagi.

Bagaimana peluang Hansastri? Dari data yang dikutip dari situs sumbarprov.go.id itu, Hansastri berada di nomor urut 1. Ini adalah pengumuman hasil seleksi pada tahapan penyusunan makalah yang diikuti 11 pejabat. Dan tiga pejabat gugur.

Mengacu ke hasil seleksi penyusunan makalah ini, kuat dugaan, Hansastri meraih nilai tertinggi. Sebab pada pengumuman seleksi sebelumnya darI 15 pelamar menjadi 11 pelamar, pengumumannya berdasarkan abjad, tapi kali ini tidak.

Tapi itu saja tidak cukup, karena hasil tes kompetensi yang dilakukan oleh BKN penting. Begitu juga tes kesehatan dan psikologis, juga penting. Lagi pula seperti yang disampaikan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Sekdaprov Sumbar, Hamdani, pihaknya melaksanakan tugas sesuai aturan dan ketentuan serta melibatkan pihak yang berkompeten. Misalnya tes kompetensi, pansel melibatkan BKN RI.

Dari delapan calon yang tersisa, Hansastri adalah yang tertua, kelahiran 13 Oktober 1964. Pangkat pun sudah IVd. Jabatan kepala Bappeda Sumbar disandangnya sejak 27 Desember 2016 sampai saat ini, menggantikan Afriadi Laudin yang meninggal dunia pada 9 Agustus 2016. 

Sebelumnya Hansastri adalah staf ahli gubernur bidang keuangan dan ekonomi sejak 2012. Dia dapat jabatan ini lantaran kosong, karena pejabat sebelumnya Zainuddin diangkat Gubernur Sumbar (Irwan Prayitno) menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah pada Januari 2012. 

Seleksi calon sekdaprov yang dimulai pada Maret 2018, Hansastri juga ikut. Dari beberapa calon yang ikut beberapa tahapan seleksi, Hansastri sukses lolos masuk lima besar. 

Sekdaprov Sumbar Ali Asmar yang juga Wakil Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) calon sekda baru ketika itu mengatakan, setiap tahapan ujian yang diikuti oleh para calon akan menentukan tingkat kesiapan dan keterpilihan calon tersebut sebagai Sekda Sumbar yang baru. Selain kesehatan, pemetaan potensi dan uji kompetensi juga akan dilalui para calon.

Lima calon yang lolos itu adalah Hansastri (Kepala Bappeda Sumbar), Novrial (Kepala Disdukcapil Sumbar), Abdul Gafar (Kepala Dinas Sosial Sumbar), Benny Warlis (Sekretaris Daerah Payakumbuh), dan Alwis (Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar). Mereka berlima tes kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Selasa (10/4/2018).

Tetapi dalam perjalanan, Hansastri bikin heboh DPRD Sumbar gara-gara pernyataannya.Dilansir dari singgalang.go.id, Jumat (13/4/2018), DPRD Sumbar marah kepada Kepala Bappeda Sumbar, Hansasri yang menyatakan ketidakhadiran para anggota dewan pada rapat musrebang karena tak ada honor. 

Hansasri dinilai telah menjatuhkan nama lembaga dan mencemarkan nama baik para anggota dewan di DPRD Sumbar. DPRD berencana mengajukan hak interpelasi. Bahkan beberapa di antaranya berencana merekomendasikan pemberhentian Hansasri sebagai kepala Bappeda.

DPRD menilai sebagai kepala organisasi perangkat daerah (OPD), komentar Hansasri keterlaluan. Anggota DPRD Sumbar, M. Nurnas mengatakan justru faktanya Bappeda tidak menyesuaikan jadwal musrenbang  dengan kegiatan kedewanan. Bappeda hanya memberikan pemberitahuan jadwal yang sudah ditetapkan. Namun tidak berusaha sebelumnya menyesuaikan jadwal.

“Makanya akhirnya tak banyak dewan yang hadir. Karena kami sudah terlanjur mengagendakan jadwal lain,” ujarnya saat menginterupsi rapat paripurna yang dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Jumat (13/4/2018).

Nurnas menilai tak layak kepala OPD berkata seperti itu. Komentar Hansasri telah dimuat di koran dan dibaca masyarakat. Tentu saja ini berdampak negatif. “Nanti masyarakat menilai kami bergerak harus pakai honor. Padahal tidak seperti itu,” tegas Nurnas.

Selain Nurnas dari Demokrat, beberapa anggota DPRD Sumbar lainya juga menginterupsi rapat paripurna dengan tema yang sama, Hansasri. Diantaranya, Yulfitni Djasiran (Golkar), Armiati (Hanura), Hidayat (Gerindra) dan Darmon (PAN) mewakili masing-masing fraksi partai politik.  Mereka menegaskan perlu tindakan serius dari DPRD atas kata-kata Hansasri.

Bisik-bisik yang terdengar, tadinya Hansastri lebih disukai dan dijagokan Gubernur Irwan Prayitno. Namun karena heboh dengan DPRD Sumbar, apalagi fungsi Sekdaprov salah satunya juga harus bisa membangu komunikasi dengan DPRD Sumbar, Hansastri tak masuk tiga besar calon Sekdaprov yang dikirim ke pusat. Hingga akhirnya Alwis yang ditetapkan sebagai Sekdaprov Sumbar. Alwis pensiun 1 April 2021.

Nah, sekarang Hansastri yang pernah menjadi Pjs. Bupati Pasaman Barat jelang Pilkada serentak 2020, kembali ikut seleksi Sekdaprov. Sudah masuk delapan besar. Apakah yang bersangkutan lulus ke tahap berikutnya. "Tragedi' 2018 tersebut tentu menjadi catatan bagi Gubernur Mahyeldi dan Wagub Audy Joinaldy. Mari kita ikuti bersama-sama. (effendi)


Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved