arrow_upward

Bank Eco Enzyme Solusi Kurangi Sampah Organik

Saturday, 12 June 2021 : 09:52
Hendri Septa.


Oleh Hendri Septa

Bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia 5 Juni 2021 lalu, beberapa daerah di seluruh Indonesia serentak meresmikan bank eco enzyme, termasuk Kota Padang. Dilakoni oleh komunitas Eco Enzyme Nusantara.

Di Padang, Bank Eco Enzyme  yang berlokasi di di halaman Kantor Komisi Informasi Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jl. Sisingamangaraja No.36  Kelurahan Simpang Haru, Padang, kebetulan saya sendiri yang meresmikan. 

Pemerintah Kota Padang tentu menyambut baik kehadiran Bank Eco Enzyme. Apalagi setelah diskusi dan mendengar penjelasan pengelolanya, kehadiran bank eco enzyme sangat penting bagi kota yang menghasilkan sampah cukup banyak, seperti Kota Padang ini.

Muncul pertanyaan, kenapa penting? Bank Eco Enzyme, bukanlah bank yang lazim dikenal banyak orang seperti adanya transaksi uang di sana, tempat mengambil dan menyimpan uang hingga meminjam uang. 

Melainkan bank atau lokasi dijadikan tempat pembuatan eco enzyme. Eco enzyme merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran yang dicampur dengan gula merah dan air dengan formula 1:3:10. Satu bagian gula merah, 3 bagian kulit buah/potongan sayuran dan 10 bagian air. Ketiga bahan ini difermentasi selama 3 bulan. 

Bicara limbah dapur organik, Padang tentu cukup banyak menghasilkan itu. Bahkan untuk sampah secara keseluruhan yang diangkut oleh armada menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, Lubuk Minturun, Koto Tangah rata-rata mencapai 650 ton per hari.

Pemko Padang sendiri berupaya selain secara bertahap menambah kontainer dan truk pengangkut sampah juga akan menyulap sampah menjadi produk berguna. Salah satunya dengan cara memilah jenis sampah yang masuk ke TPA. Bisa dimanfaatkan jadi kompos atau daur ulang lainnya yang tentu saja membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.

Kemudian, sampah organik diolah menjadi eco enzyme juga solusi mengurangi sampah sekaligus memberikan manfaat. Eco enzyme bisa menyuburkan tanah sebagai dekomposer, bisa sebagai filter air, menurunkan asam dalam ruangan, bisa sebagai filter udara dan bisa pula dimanfaatkan menjadi sabun cuci piring, sampo dan sebagainya.

Bank Eco Enzyme di Padang digagas oleh Lembaga Bank Sampah Unit Andalas yang ada di Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur. 

Aktivitas Bank Eco Enzyme ini mengajak masyarakat Kota Padang untuk ikut terlibat dalam memilah, mengolah dan menabung Eco Enzyme-nya di Bank Eco Enzyme Kota Padang.

Dengan aktivitas seperti itu, tentu kita bersyukur dan menyambut baik hadirnya Bank Eco Enzyme. Sebab bank ini menghasilkan produk berupa obat, disinfektan dan produk bermanfaat lainnya. Selain berperan dalam mengurangi produksi sampah di Padang.

Apa yang dilakoni komunitas pencinta lingkungan ini, juga sejalan dengan adanya kerjasama antara Padang dengan negara Norwegia ke depan. Kerjasama tersebut berupa ujicoba pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).

Pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Duta Besar Norwegia sekaitan rencana menjadikan Kota Padang sebagai 'pilot project' atau percontohan sampah menjadi energi. Ini salah satu program yang akan dibawa negara Norwegia ke Padang. 

Kita berharap kepada seluruh warga Padang untuk saling mendukung dan memberikan contoh kepada generasi muda terkait upaya Pemerintah Kota Padang dalam melakukan pengolahan sampah hingga saat ini.

Sebab persoalan sampah itu, tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Butuh kebersamaan dan kepedulian kita semua. Saling sinergis dalam mengatasi masalah sampah, tidak saja mengurangi produksi sampah tapi juga memberikan manfaat lain seperti hadirnya bank eco enzyme. 

Semoga bank eco enzyme hadir pula di lokasi lain dan Pemerintah Kota Padang siap mendukung hal-hala positif seperti ini, disamping tetap berupaya melengkapi sarana dan prasarana yang memadai untuk pengelolaan sampah dalam konteks luas. (***)

(Penulis Walikota Padang)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :


Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved