arrow_upward

Audy Joinaldy : Bersama Nagari Tageh Tekan Angka Penyebaran Covid-19 di Sumbar

Friday, 7 May 2021 : 20:21

 

Wagub Sumbar Audy Joinaldy bincang-bincang dengan Kapolda Sumbar  Irjen Pol Drs. Toni Harmanto. (humas).

Padang, Analisakini.id-Beberapa pekan ini menunjukkan terjadi peningkatan signifikan masyarakat yang terkena Covid-19. Pemerintah daerah terus pula melakukan berbagai upaya untuk menekannya. Salah satunya, penguatan Nagari Tageh di tingkat level mikro yaitu RT/RW, desa, kampung dan Nagari, agar mampu menekan angka penyebaran Covid-19. 

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy saat membuka "Dialog Interaktif Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Melalui Program Nagari Tageh", Jumat (7/5/2021) di ruang Jenderal Hoegeng lantai IV Polda Sumbar.

Hadir juga Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH, Bupati/Walikota se-Sumbar, Ketua DPRD Kab/Kota se-Sumbar, Forkopimda Sumbar, Kepala OPD Sumbar dan Forkopimda Kab/Kota, serta Pejabat Utama Polda Sumbar.

"Adanya Nagari Tageh ini mendorong masyarakat lebih taat dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungannya seperti menjalankan Prokes 3M itu sendiri dan ditambah lagi dengan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment)," kata Audy Joinaldy.

Disebutkan, adanya pandemi Covid-19 ini, telah banyak kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah, semua bertujuan untuk bagaimana upaya memutus mata rantai Penyebaran Covid-19. Bagaimana menjaga kesehatan masyarakat, bagaimana pemulihan ekonomi masyarakat yang berimbas terhadap tingkat Kemiskinan, bagaimana menjaga dan menekan angka kejahatan sebagai akibat dari lapangan pekerjaan dan kesempatan berusaha yang semakin terbatas. 

"Salah satu pendekatan yang bisa kita lakukan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini, yaitu dengan memperkokoh semangat Gotong royong, melestarikan kearifan lokal dalam menjalani kehidupan new normal. melalui pendekatan konsep "Kampung Tangguh", " sebut Audy.

Sementara di Sumbar, dikembangkan menjadi "Nagari Tageh",  yang mana masyarakat Desa/Nagari dan Kelurahan diharapkan berinisiatif mengatasi masalah secara mandiri, yaitu mulai dari penyediaan ruang isolasi, posko kesehatan, dapur umum, hingga lumbung pangan yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama.

Melalui "Nagari Tageh" ini, diharapkan Nagari/Desa dan Kelurahan yang ada di Sumatera Barat akan dapat memiliki kemampuan sendiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman terhadap pandemi, bencana, serta memiliki kemampuan pemulihan diri dari dampak pandemi Covid-19 saat ini.

Supaya adanya Sinergitas Program di Kabupaten/Kota, diminta kepada Bupati/Walikota untuk selalu berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim dan Kajari di Daerah masing-masing, dengan menyiapkan anggaran melalui APBD dan memfasilitasi Walinagari untuk mendukung Nagari Tageh serta penyediaan anggaran melalui Dana Desa.

"Untuk itu saya berharap agar kepala daerah se-Sumbar dapat menugaskan Tenaga Ahli, Pendamping Desa dan Pendampng Lokal Desa (P3MD) untuk dapat mengawal pelaksanaan Program Nagari Tageh di Nagari/Desa se-Sumatera Barat. 

Dalam pelaksanaan Nagari Tageh ini agar semua pihak di daerah untuk selalu bekerjasama dengan Kapolsek, Danramil, Babinsa dan Bhabinkamtibmas," ujarnya.

Selanjutnya Kapolda Sumbar Toni Harmanto mengatakan ​​berpedoman pada Surat Edaran Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nomor: 2 / pk / 2021, tentang penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2021 untuk penanganan Pandemi Covid-19.

"Kami yakin dan percaya, program bahwa Nagari Tageh ini tidak akan tercapai tanpa adanya pendampingan di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Nagari / Desa, oleh karena itu dukungan dari Bapak Bupati / Walikota sangat diharapkan dalam hal ini bisa menugaskan Kepala Dinas PMD, tenaga Ahli, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (P3MD) untuk dapat mengawal pelaksanaan program di Nagari / Desa serta penganggarannya," ungkap Kapolda Sumbar.

Dalam kesempatan itu, Kapolda memberikan penghargaan kepada tiga daerah yang berhasil melakukan pencegahan dan menekan angka penyebaran Covid-19. Yang diserahkan oleh Wagub Sumbar, Danrem 032/Wirabraja, dan Danlantamal II Padang.

"Melalui sinergisitas antar seluruh pemangku kepentingan di tiga daerah ini, berhasil menurun angka Covid-19 atau bisa mempertahankan status zonanya. Yaitu Kota Pariaman, Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang," tukas Kapolda Sumbar.

Sebagai penutup Kapolda Sumbar berharap masyarakat untuk bisa terus tingkatkan prokes Covid-19 untuk mencapai zona hijau dan mempertahankan zona hijau. Masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan dan selalu menggunakan masker saat keluar rumah.(***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved