arrow_upward

3 Juta Orang Diperkirakan Curi Start Mudik dari Jakarta

Wednesday, 14 April 2021 : 20:06
Adita Irawati.

Jakarta, Analisakini.id-Mudik sudah dilarang, namun tak sedikit masyarakat nekat untuk curi start melakukan mudik ke kampung halaman. Kementerian Perhubungan mencatat setidaknya akan ada 3 juta orang yang tetap nekat mudik meski sudah dilarang.

Juru bicara Kemenhub Adita Irawati menyatakan jumlah itu merupakan para pemudik yang berangkat dari daerah Jakarta dan sekitarnya, alias Jabodetabek. "Kalau dari hasil survei Litbang Kemenhub, dari Jabodetabek itu ada sekitar 3 jutaan orang yang masih memilih mudik meskipun dilarang," ujar Adita kepada detikcom, Rabu (14/4/2021).

Data itu diambil dari survei Litbang Kemenhub tentang persepsi masyarakat terhadap pergerakan perjalanan pada masa Idul Fitri yang dilaksanakan pada bulan Maret 2021

Sementara itu, secara total estimasi jumlah masyarakat yang nekat mudik secara nasional meski sudah dilarang berjumlah 27,6 juta orang. Tujuan mudik paling banyak adalah menuju Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Memang untuk saat-saat ini mudik belum dilarang, berpergian ke luar kota pun sah-saja. Namun, Adita menegaskan masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang tercantum dalam SE Satgas Covid-19 no 12 tahun 2021.

Dia juga mengatakan Kemenhub sudah mengimbau kepada para operator transportasi untuk tetap meningkatkan pengawasan protokol kesehatan selama masa larangan mudik belum berlaku. Hal ini dilakukan agar meminimalisir penyebaran virus Corona dari para pemudik yang curi start.

Khusus di transportasi darat, Adita menjelaskan pihaknya akan meningkatkan tes acak COVID-19 pada titik-titik keberangkatan dan juga rest area. "Di transportasi darat juga ditingkatkan random testing di titik-titik keberangkatan dan rest area," ujar Adita dkutip detikcom.

Adita juga meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan posko Satgas COVID-19 untuk melakukan pengawasan dan pengendalian lalu lintas keluar masuk masyarakat. "Pemerintah daerah, hingga lurah, dan kepala desa harus melakukan pengawasan dan sekaligus pencegahan dan pengendalian," ujar Adita.

Sementara itu, Polda Metro Jaya sendiri sudah mulai mengetatkan pengawasan di beberapa jalur keluar masuk Jakarta. Setidaknya penyekatan sudah mulai dilakukan di 16 jalur tikus untuk keluar masuk Jakarta. "Datanya sekitar 16 titik di wilayah DKI Jakarta dan penyangga," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Penyekatan di jalur tikus mudik dilakukan oleh aparat Polda Metro Jaya dan Polres-Polres. Beberapa titik jalur tikus di antaranya adalah Pebayuran, Karawang, jembatan ke arah Tanjung Pura, Karawang. "Kemudian Cibarusah yang ke arah Cianjur, kemudian ruas-ruas jalur lain yang menuju ke arah dari Tangerang menuju ke Banten," jelas Sambodo. (***)

Bagikan

Saat ini 0 komentar :

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved