arrow_upward

Rayhan Ariatama, Putra Minang Terpilih Jadi Ketua Umum PB HMI

Kamis, 25 Maret 2021 : 18.35


Surabaya, AnalisaKini.id - Rayhan Ariatama terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI periode 2021-2023, dalam Kongres ke-XXXI di Islamic Centre Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021).

“Memutuskan, menetapkan saudara Rayhan Ariatama sebagai ketua umum formatur terpilih PB HMI periode 2021-2023,” ujar pimpinan sidang dalam membacakan keputusannya seperti dikutip dari rakyatku.com.

Kongres yang digelar sejak Rabu, 17 Maret 2021 ini menetapkan Rayhan Aryatama Sebagai ketua umum PB HMI periode 2021-2023.

Raihan terpilih usai mengalahkan empat rivalnya saat perhitungan suara dengan meraih total suara 82.

Alimudin Kha sebanyak 40 suara, Muhammad Arimin 32 suara, Robi Sahir 34 suara dan So’im 13 suara.

Menurut Rayhan, kongres HMI harus menghasilkan gagasan yang memiliki nilai kontributif dan solutif bagi organasasi dan negara. Kongres ini harus menjadi ruang pertarungan gagasan antar berbagai kader terbaik himpunan.

Rayhan menawarkan empat program dalam memimpin PB HMI. Yakni HMI Digital, HMI E-40 (Empowerment HMI), HMI Incubator Enterpreneurship, dan HMI Perisai Kebangsaan.

“Dengan gagasan tersebut, HMI sebagai organisasi akan berdaya pada dirinya sendiri sekaligus berkontribusi bagi kemaslahatan ummat dan bangsa,” ujarnya.


Profil Rayhan


Rayhan adalah kader HMI dari Universitas Gadjah Mada.

Ia satu kampus dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dikutip dari website pribadinya, Rayhan Ariatama lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 25 Desember 1992.

Ia menghabiskan masa kecilnya di kampung halaman.

Jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) ditempuhnya di kota tempat kelahiran tokoh pendiri Republik Indonesia Mohammad Hatta ini.

Setelah lulus dari SMA, laiknya orang Minang pada umumnya yang suka merantau, Raihan merantau ke Pulau Jawa untuk menempuh studi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Di Kampus Bulaksumur ini, Ia menempuh studi S1 di Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (2011-2016) dan kemudian melanjutkan studi S2 di Magister Ekonomi Pembangunan (MEP) UGM, Konsentrasi Perencanaan Pembangunan Daerah (2017-2019).

Tidak hanya sukses secara akademik, selama kuliah, alumni SMAN 4 Kota Bukittinggi ini juga menggembleng diri dengan aktif di pelbagai organisasi, baik organisasi intra kampus maupun ekstra kampus.

Ia percaya berorganisasi mampu mengasah kepekaannya kepada persoalan-persoalan di sekitar, entah itu persoalan sosial, politik, kesenjangan ekonomi dan lingkungan.

Beberapa organisasi telah ia geluti dan terlibat aktif di dalamnya, antara lain: di level intra kampus, Raihan terlibat aktif di Jamah Muslim Fisipol (JMF) UGM (2011-2012), Korps Mahasiswa Politik dan Pemerintahan (KOMAP) UGM (2011-2012), Partai Mahasiswa (Boulevard Party) sebagai Ketua Umum (2013-2015), dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UGM sebagai Menteri Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PSDM) (2014); sedangkan di level ekstra kampus, ia aktif di Forum Komunikasi Mahasiswa Minang (FORKOMMI-UGM) sebagai Ketua Umum (2013-2014) dan berproses di Himpunan Mahasiswa Islam.

Di HMI, Raihan berproses mulai dari tingkatan komisariat, cabang hingga pengurus besar, yakni: sebagai Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Komisariat Fisipol UGM (2013-2014), Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Bulaksumur Sleman (2015-2016), Ketua Umum HMI Cabang Bulaksumur Sleman (2016-2017), dan Fungsionaris PB HMI (2018-sekarang).

Tidak hanya di ranah struktural, ia juga telah melaksanakan jenjang perkaderan HMI mulai dari Latihan Kader I, Latihan Kader II, Senior Course, hingga Latihan Kader III.

Selain itu, Raihan juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta.

Pada ranah profesional, Raihan pernah bekerja sebagai peneliti di Institute for Democracy and Welfarism (IDW) (2018-2019) dan Pandiva Niaga (2019).

Keberhasilannya di dunia akademik dan keterlibatannya di pelbagai organisasi membentuk akal sekaligus rasa dari seorang Raihan, yang dalam melakoni kehidupan, ia berupaya mensinergikan keduanya; antara akal dan rasa harus seimbang.(***)


Bagikan

Terbaru

Copyright © 2020 Analisakini.id | Jernih Melihat - All Rights Reserved